Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Travel Umrah Makassar

February 25, 2020
February 25, 2020

MAKASSAR – Meski sudah berada di kediaman masing-masing, jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 13 Februari 2020 masih saja terhubung di grup WhatsApp mereka. Banyak yang dibahas. Ada juga yang baru sempat mengunggah foto-foto selama di tanah suci.

Di situ pula para jemaah mengucap terima kasih kepada tour leader mereka, Mansurdin Aras.

“Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bimbingan selama ini dari Ustaz Mansurdin. Beliau selalu meluangkan waktunya untuk kami. Memberikan jawaban atas semua yang kami butuhkan,” ucap Saharuddin, salah satu jemaah.

“Bagus ki tawwa Ustaz Mansurdin. Biar password wifi hotel na carikan ki semua,” tutur Alamsyah, jemaah lainnya.

Selama di Saudi, baik di Madinah maupun Mekah, Mansurdin memang menjadi andalan para jemaah. Kegesitan dan keramahannya mengurus segala keperluan anggota rombongannya, beber Alamsyah, membuat dia disenangi.

Sang pria asal Sengkang, Kabupaten Wajo itu tak cuma aktif di dunia nyata. Namun juga di dunia maya. Membalas satu per satu pertanyaan jemaah di grup WA. Pengalaman bertahun-tahun menjadi tour leader membuat pria yang fasih berbahasa Arab itu terlatih.

Dia pun cepat akrab dengan jemaah. Pernah suatu pagi di Madinah, jemaah mencandai Mansurdin dengan menyuruhnya duduk di kursi roda. “Biar istirahat sedikit katanya. Hehehe,” ujar Alamsyah lagi.

Tak heran bila saat sudah berpisah pun, Mansurdin masih tetap menerima ucapan terima kasih dari para jemaah. (rik)

February 23, 2020
February 23, 2020

MEKAH – Beberapa orang dianugerahi rezeki bisa berkali-kali ke tanah suci. Tetapi ada juga yang baru sekali dan itu sangat mengharukan baginya. Harman Sanude salah satunya.

Rasa syukur pria asal Libureng, Kabupaten Bone itu tak habis-habis di Madinah maupun Mekah. Dia tak menyangka akhirnya bisa umrah. Rasa syukur yang mungkin akan terjaga seumur hidup, apalagi yang memberangkatkannya adalah sang putra tercinta, si sulung Muhammad Yunus, seorang karyawan maskapai penerbangan yang buka kantor perwakilan di Makassar.

“Saya tidak sangka juga mau diberangkatkan umrah. Tiba-tiba disuruh buat paspor,” ungkap ayah dua anak ini saat sedang berjalan kaki di trotoar Kota Mekah, beberapa hari lalu.

Rasa syukur tak cuma dia lafalkan, namun juga tunjukkan. Harman menjadi salah satu jemaah yang paling cepat ke masjid setiap waktu salat menjelang. Paling lambat satu jam sebelum azan, dia sudah berangkat.

“Rugi ki kalau tidak salat di depan Kakbah, karena belum tentu datang ki lagi,” tuturnya lagi.

Selama di Mekah, kadang-kadang Harman sudah bergegas ke Masjidilharam saat pukul tiga dini hari. Targetnya ya itu. Bisa salat Lail di depan kubus suci, lanjut salat sunat sebelum salat Subuh, dan terutama salat rawatib Subuh.

Saat berita ini diturunkan, Harman dan 49 jemaah Tazkiyah Global Mandiri lainnya sudah di Singapura. Transit sejenak sebelum melanjutkan perjalanan udara ke Makassar. Rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, malam ini, pukul 18.15 Wita.

Harman dan semuanya sudah dinanti oleh keluarga masing-masing. Orang-orang yang tentu mereka doakan selama di tanah suci, orang-orang yang juga selalu mendoakan mereka di tanah air. (rik)

February 22, 2020
February 22, 2020

MEKAH – Belum pulang kampung, sudah bisa santap makanan kampung. Begitulah yang dialami para jemaah Tazkiyah Global Mandiri di Mekah hari ini, Sabtu, 22 Februari 2020.

Saat sarapan sebelum siap-siap ke Masjidilharam melakukan tawaf wada (perpisahan), mereka disuguhi menu “istimewa” di hotel. Entah bagaimana orang Arab menamakannya. Namun para jemaah yang berasal dari Sulsel, mereka menyebutnya “goreng-goreng mairo”. Ikan teri dan kacang yang ditumis kecap.

Surprise betul untuk jemaah. Saat sudah bersiap untuk kembali ke tanah air, mereka bisa jumpa dengan menu yang biasa mereka nikmati di kampung halaman.

“Lamaku kurasa baru makan goreng-goreng mairo,” ujar Ummareng Nandu Compong, jemaah asal Kabupaten Bone.

Para jemaah pun makan dengan lahap. Goreng-goreng mairo membuat mereka lebih berselera. Walau mungkin ada faktor lain, faktor rindu kampung. Sudah lebih dari sepekan mereka melakoni perjalanan suci, di tanah suci.

Selepas Zuhur waktu setempat atau sore waktu Indonesia, jemaah akan bergerak ke Jeddah. Mereka akan terbang menuju Makassar. Dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu, 23 Februari 2020, pukul 18.15 Wita. (rik)

February 21, 2020

MEKAH – Selesai sudah seluruh rangkaian umrah jemaah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 13 Februari 2020. Kamis kemarin, umrah kedua telah digelar.

Kini, bersiap untuk kembali ke tanah air. Sabtu besok, rombongan akan menuju Jeddah, lalu terbang ke Makassar.

Dan, nikmatilah laporan pandangan mata Erick Alamsyah, penyiar radio dan pembawa acara kondang di Makassar ini. Dia membuat tulisan untuk pembaca tazkiyahtour.co.id.

Assalamualaikum, Makassar.

Saya mau mengajak Anda melihat situasi terkini kamar jemaah, apalagi setelah pulang shopping dari Jaafaria Souq, pusat oleh-oleh paling diincar jemaah Indonesia di Mekah.

“Tidak enak rasanya kalau belum ke Jaafaria,” seloroh seorang jemaah asal Bone saat tiba di hotel. Berombongan, mereka diantarkan tour leader, Mansurdin. Jalan kaki saja, sekalian ziarah ke Maulid Nabi, Masjid Jin, Pemakaman Ma’la.

Ada jemaah yang total belanjanya sudah 10 juta rupiah.

Jaafaria Souq baru saja dibuka kembali setelah direnovasi. Kini lebih lapang, dingin, dan bersih. Tak heran kalau jemaah keenakan memasukkan barang ke tas belanjaan. Kamar pun sesak dengan oleh-oleh.

“Begitulah budaya kita. Oleh-oleh ini sebagai ungkapan terima kasih dan kasih sayang kita kepada keluarga di kampung. Mereka tak letih mendoakan dan mengharapkan yang terbaik bagi kita sepanjang ibadah di tanah suci,” ucap seorang jemaah, sambil memperbaiki resleting kopernya. (*) 

February 17, 2020
February 17, 2020

MEKAH – Lima puluh jemaah Tazkiyah Global Mandiri baru menuju ke Mekah, hari ini, Senin, 17 Februari. Namun, koper yang mereka bawa rata-rata sudah membuncit.

Bahkan, pantauan kru tazkiyahtour.co.id saat jemaah menurunkan barang ke lobi hotel di Madinah, sudah banyak pula yang membawa kantongan tambahan. Berukuran besar-besar.

Meski belum melaksanakan rangkaian umrah, rata-rata jemaah memang sudah berbelanja. Apalagi, beberapa toko di Madinah memang dikenal memajang harga relatif lebih murah daripada toko-toko di Mekah.

Apalagi kemarin, rombongan sudah mendatangi kebun kurma di Madinah. Pusat oleh-oleh camilan. Di situ, banyak yang membeli kurma dan cokelat-cokelatan.

“Pesanan keluarga di kampung tawwa,” tutur Erick Alamsyah, salah satu jemaah.

Oleh-oleh memang selalu menjadi hal yang penting bagi jemaah umrah asal Indonesia. Meski toko oleh-oleh khas Saudi sudah ada juga di Makassar, tetap saja ada yang merasa tidak afdal jika tidak membeli di tempatnya langsung.

“Seru lihat jemaah berlomba-lomba belanja. Tetapi kita tidak lupa mengingatkan bahwa jatah bagasi untuk setiap jemaah hanya 30 kilogram,” ujar Mansurdin, tour leader untuk pemberangkatan kali ini.

Jemaah Tazkiyah dijadwalkan akan langsung memulai prosesi umrah begitu tiba di Mekah sore ini, atau malam waktu Indonesia. (fit-sur)