fbpx
Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: umrah berkualitas

June 30, 2020

MAKASSAR – Setelah diluncurkan 16 Juni lalu, Raksa Nugraha Award atau Indonesian Consumer Protection Award 2020 terus disosialisasikan. Selasa, 30 Juni 2020, kompetisi bagi perusahaan maupun instansi dalam penerapan perlindungan konsumen ini diulas dua jam oleh iNews TV.

Sosialiasi ini menghadirkan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Ardiansyah Parman; Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, Arief Safari, Chairman The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG), Gendut Suprayitno.

Satu lagi bintang tamunya berasal dari Makassar. Dia adalah Direktur Utama PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin. Tazkiyah merupakan salah satu pemenang Raksa Nugraha Award 2019. Sejak meraih predikat tersebut, Tazkiyah aktif mendukung kerja-kerja BPKN RI untuk memasifkan perlindungan konsumen di semua bidang usaha.

Talkshow tersebut dipandu presenter iNews, Stefani Patricia. Bertema “Perlindungan Konsumen di Tengah Pandemi”. Baca Lebih Lanjut

March 4, 2020

MAKASSAR – SNI Award 2019 baru saja berlalu. Namun, para perusahaan penerap Standar Nasional Indonesia (SNI) sudah harus siap berkompetisi lagi. Tahapan SNI Award 2020 tak lama lagi dimulai.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dr Zakiyah, MM
berkunjung ke kantor PT Tazkiyah Global Mandiri di Makassar, Selasa, 3 Maret 2020.

Zakiyah mengajak Presiden Direktur PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin, untuk kembali mendorong perusahaannya bersaing di SNI Award 2020. Tahun ini, ketua dewan jurinya adalah Sandiaga Uno, tokoh milenial dan enterpreneurship, mantan calon wakil presiden Republik Indonesia.

Selain itu, Tazkiyah juga diajak berpartisipasi dalam bulan mutu nasional yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Bandung, Oktober 2020. Plus, ikut terlibat memberikan inspirasi SNI terhadap UMKM lewat kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh BSN.

“Sungguh kehormatan dikunjungi dan mendapat apresiasi dari BSN. Insyaallah kita akan terus bersinergi,” ujar Ahmad Yani.

Tazkiyah meraih SNI Award 2019 untuk kategori organisasi menengah dan besar jasa. Menurut BSN, Tazkiyah adalah perusahaan atau biro perjalanan pertama yang memperoleh piala SNI Award.

Dengan bermodalkan penerapan SNI ISO 9001:2015 Sistem manajemen mutu, Tazkiyah mendaftarkan diri untuk pertama kalinya sebagai peserta pada ajang bergengsi SNI Award 2019 itu dan langsung menang.

Pada akhir seleksi penyelenggaraan SNI Award yang ke-15 itu, Tazkiyah memperoleh piala perunggu pada kategori Organisasi Menengah Jasa. Total ada 69 penerima penghargaan untuk semua kategori. Ketua tim dewan jurinya adalah Rhenald Kasali.

Tazkiyah merupakan perusahaan penyedia jasa umrah, haji khusus, dan wisata halal yang berlokasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selama 19 tahun beroperasi, Tazkiyah terus melakukan perbaikan pada sisi layanan maupun sisi organisasi perusahaan.

Pimpinan perusahaan menyadari bahwa peran standar sangat penting untuk menjaga konsistensi kualitas layanan kepada pelanggan.

Selain SNI Award 2019, Tazkiyah juga menerima Penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada Oktober 2019. (fit-sur)

February 23, 2020
February 23, 2020

SINGAPURA – Para jemaah Tazkiyah Global Mandiri betul-betul menikmati masa transit di Bandara Internasional Changi, Singapura, Minggu, 23 Februari 2020 siang. Selain ada kesempatan melemaskan otot-otot setelah menempuh perjalanan 9 jam dari Jeddah, Arab Saudi, mereka memang sedang berada di tempat yang baik untuk rileks.

Changi adalah salah satu bandara terbaik di dunia. Di sana ada banyak pilihan lounge untuk bersantai, tidak perlu bayar. Seringkali, mereka yang di Changi juga lupa bahwa mereka sedang di bandara. Sebab, tempat itu malah lebih mirip destinasi wisata.

Di sana ada aneka taman. Dari yang bertema tanaman hingga kebun binatang. spot berfoto yang baik. Jika Anda punya kenalan dalam rombongan jemaah Tazkiyah kali ini, lihat saja foto-foto mereka. Sangat instagramable.

Dan yang juga disuka rombongan jemaah umrah adalah voucher belanja. Setiap orang mendapatkan voucher senilai 20 dolar Singapura.

Pilihan prioritas jemaah ternyata adalah cokelat. Lumayan, untuk tambahan oleh-oleh bagi sanak saudara di tanah air.

“Ingatki waktu ta untuk berbelanja tinggal 30 menit. Karena kita mau boarding di Gate E2,” imbau Ustaz Mansurdin, tour leader. (rik)

February 17, 2020
February 17, 2020

MEKAH – Lima puluh jemaah Tazkiyah Global Mandiri baru menuju ke Mekah, hari ini, Senin, 17 Februari. Namun, koper yang mereka bawa rata-rata sudah membuncit.

Bahkan, pantauan kru tazkiyahtour.co.id saat jemaah menurunkan barang ke lobi hotel di Madinah, sudah banyak pula yang membawa kantongan tambahan. Berukuran besar-besar.

Meski belum melaksanakan rangkaian umrah, rata-rata jemaah memang sudah berbelanja. Apalagi, beberapa toko di Madinah memang dikenal memajang harga relatif lebih murah daripada toko-toko di Mekah.

Apalagi kemarin, rombongan sudah mendatangi kebun kurma di Madinah. Pusat oleh-oleh camilan. Di situ, banyak yang membeli kurma dan cokelat-cokelatan.

“Pesanan keluarga di kampung tawwa,” tutur Erick Alamsyah, salah satu jemaah.

Oleh-oleh memang selalu menjadi hal yang penting bagi jemaah umrah asal Indonesia. Meski toko oleh-oleh khas Saudi sudah ada juga di Makassar, tetap saja ada yang merasa tidak afdal jika tidak membeli di tempatnya langsung.

“Seru lihat jemaah berlomba-lomba belanja. Tetapi kita tidak lupa mengingatkan bahwa jatah bagasi untuk setiap jemaah hanya 30 kilogram,” ujar Mansurdin, tour leader untuk pemberangkatan kali ini.

Jemaah Tazkiyah dijadwalkan akan langsung memulai prosesi umrah begitu tiba di Mekah sore ini, atau malam waktu Indonesia. (fit-sur)

February 15, 2020
February 15, 2020

MADINAH – Ini hari kedua jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri pemberangkatan 13 Februari 2020. Kekompakan mereka kian terbangun. Ke mana-mana selalu sama-sama.

Berikut adalah citizens report Erick Alamsyah, penyiar senior di Makassar yang juga tergabung dalam rombongan kali ini;

Assalamualaikum, Makassar.

Kami baru saja melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi. Dingin begitu menusuk. Tetapi justru asyik. Kami berjalan kaki menuju hotel sambil menyembunyikan tangan di saku baju. Hehehe.

Tetapi perjalanan terhambat. Bukan karena terlalu padat atau ada kendala. Melainkan karena banyak jemaah tergoda pedagang Madinah.

Godaan yang sulit ditolak pagi ini datang dari pemilik sebuah toko, samping Hotel As Saha. Di sini, semua barang dijual hanya 2 Riyal. Kira-kira 8 ribu Rupiah.

Para jemaah pun menyerbu. Ada yang berbelanja, ada juga yang menahan diri. Nanti di Mekah, katanya.

Seorang jemaah asal Bone sibuk bertanya dengan tetap menggunakan dialek khasnya. Tetapi itu bukan masalah. Hampir semua pedagang di sini pandai berbahasa Indonesia. Bahkan ada yang mampu melafalkan beberapa kata dalam bahasa Bugis maupun Makassar.

Semuanya memang serba mudah. Bagi yang belum sempat menukar Riyal, bisa berbelanja dengan uang Rupiah. (*/cr)