Mengetahui cara menabung untuk umroh merupakan hal yang penting bagi Anda yang sudah meniatkan untuk berumroh ke tanah suci. Dengan niat yang ikhlas dan upaya yang maksimal, insya Allah perjalanan Anda menuju umroh akan dimudahkan.
Umroh merupakan amalan yang sangat mulia di dalam islam. Sehingga wajar jika setiap muslim berharap memiliki kemampuan untuk menunaikannya. Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa umroh hukumnya wajib ditunaikan satu kali bagi yang mampu, selebihnya adalah sunnah.
Ibadah umroh merupakan salah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Ibadah sunnah ini sering dipilih oleh umat muslim sebagai obat rindu terhadap tanah suci.
Namun, sebelum berangkat umroh tentu kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Selain perlengkapan penting saat umroh, sebaiknya kita juga mesti mempersiapkan pakaian saat umroh yang nyaman digunakan ibadah.
Dengan menggunakan pakaian yang tepat tentu akan membuat ibadah menjadi lebih nyaman. Mengingat ibadah umroh adalah puncak ibadah.
Maka Anda perlu mempersiapkan pakaian saat umroh secara matang. Sehingga ibadah umroh akan terlaksana dengan khusyuk.
Salah satu aturan dasar umroh adalah penampilan yang sangat sederhana dan tidak terkesan berlebihan. Contohnya saat di Masjidil Haram, jamaah perempuan dilarang menggunakan make up.
Sedangkan untuk pakaian, Anda dituntut memilih baju yang sesuai syariat Islam. Namun, Anda juga perlu mengutamakan kenyamanan juga ya. Supaya dapat mendukung proses ibadah menjadi lebih baik.
Berikut 5 rekomendasi pakaian saat umroh lengkap dengan tips memilih bahan yang tepat!
Rekomendasi Pakaian Saat Umroh
1. Gunakan Pakaian Dengan Warna Netral
Rekomendasi pakaian saat umroh yang pertama ialah hindari menggunakan pakaian dengan warna yang mencolok. Sebab, tujuan utama kita melakukan ibadah umroh adalah untuk meningkatkan keimanan kita.
Nah, supaya penampilan Anda tidak terkesan mencolok, Anda bisa menggunakan pakaian yang berwarna netral, seperti hitam, putih, abu-abu, dan lainnya.
Selain warna, Anda juga perlu memilih baju yang terlalu mewah. Pilihlah baju dengan model atau desain yang sederhana. Sehingga Anda tidak akan mengundang perhatian orang-orang sekitar.
2. Gunakan Hijab yang Simple Tanpa Jarum
Untuk jamaah perempuan disarankan untuk menggunakan hijab yang instan dan simple yang tidak memerlukan jarum.
Pilihlah hijab yang memiliki bahan yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Sehingga pelaksanaan ibadah umroh Anda akan tetap nyaman tanpa takut gerah.
3. Pilih Bahan Pakaian Spandex atau Jersey
Agar pakaian yang Anda gunakan tidak cepat kusut dan kotor. Anda bisa menggunakan baju dengan bahan spandex atau jersey. Bahan tersebut akan membuat Anda menjadi nyaman mesti banyak bergerak dan berdesakan.
Bahan spandex dianggap lebih mudah menyerap keringat dan membuat badan tetap sejuk. Anda bisa menggunakan pakaian abaya atau kaftan yang longgar.
Kemudian hindari menggunakan aksesoris yang berlebihan, agar penampilan Anda tidak menarik perhatian banyak orang.
Kemudian, Anda juga perlu menghindari baju-baju yang berbahan knitted atau rajut. Bahan tersebut mempunyai sifat yang menghangatkan.
Sehingga tidak cocok digunakan saat ibadah umroh. Mengingat Mekkah adalah salah satu tempat yang memiliki suhu udara panas.
Tips Memilih Pakaian Umroh Wanita by Dian Pelangi
Dikutip dari wolipop.detik.com , Menurut desainer busana muslim sukses Dian Pelangi, umrah bertujuan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.
Source image: CNN Indonesia
Oleh sebab itu, ia menyarankan tidak memikirkan padu padan busana untuk umrah agar ibadah lebih maksimal.
“Jangan pikirin bajunya mau mix and match kayak apa. Mungkin kalau di Indonesia bisa matching-in kerudungnya terserah mau warna-warni tapi kalau umrah nggak perlu menghabiskan waktu buat mikirin itu. Cukup bawa baju hitam atau putih saja, dan kerudung instan. Tidak usah terlalu banyak coba berbagai gaya karena saat ihram kita pakai putih atau hitam saja,” jelas Dian saat dihubungi Wolipop pada awal Desember kemarin.
Wanita lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu juga mengingatkan agar memilih busana atau pakaian saat umroh dengan material spandex atau jersey supaya tidak mudah kotor dan kusut saat beribadah. Pakai busana ternyaman selama umrah begitu pula pilihan kerudungnya.
Hindari menggunakan jarum terlalu banyak yang akan merepotkan Anda saat beribadah. Dian pun menyarankan untuk menggunakan jilbab instan dengan material katun atau spandex yang mudah diaplikasikan dan tidak cepat berkeringat.
“Apalagi kalau umrah Maret sampai Agustus mendingan cari aman saja. Jangan sampai penampilan kita nggak nyaman. Tapi jangan juga diartikan berarti kalau ketemu Allah biasa saja pakaiannya sedangkan ke pesta glamour. Tujuannya biar ibadahnya khusyuk,” tambah wanita berdarah Palembang itu.
Tidak lupa diingatkan Dian untuk menggunakan syal pendek dengan warna mencolok baik di leher maupun pergelangan tangan agar mudah dikenali saat pergi bersama keluarga.
Ketika Anda salat berpisah dengan suami atau keluarga pria, syal akan memudahkan Anda untuk saling menemukan di tengah ribuan orang yang sedang umrah. Syal digunakan hanya sebagai penanda saja bukan pelengkap penampilan.
Intinya busana yang simpel dan tidak menarik perhatian akan lebih nyaman digunakan selama umrah. Hal tersebut juga diakui oleh aktris cantik yang kini sudah berhijab, Soraya Larasati.
Wanita 29 tahun itu mengatakan umrah bertujuan meningkatkan keimanannya. Maka dari itu ia memilih busana atau pakaian saat umroh yang simpel dan tidak merepotkan. Bahkan menurutnya satu busana bisa dipakai hingga tiga kali ganti.
Instagram.com/ @htcengel
“Baju nggak perlu banyak-banyak karena di sana keringetan tapi kering nggak lembab. Ternyata satu baju juga bisa tiga kalai pakai. Warnanya putih dan hitam saja jadi nggak repot pas di sana,” ujar Soraya saat berbincang dengan Wolipop beberapa hari lalu. (selengkapnya: wolipop.detik.com)
1. Ruffle Dress
Rekomendasi pakaian saat umroh yang pertama adalah ruffle dress. Aksen pada jenis dress yang satu ini mungkin sudah familiar di kalangan para wanita.
Desain pakaian dengan lipatan bertumpuk dapat membuat penampilan Anda menjadi lebih elegan. Jika Anda mahir memadupadankan busana dengan aksen ruffle, maka akan sangat menarik untuk digunakan saat umroh.
2. Bolero Dress
Rekomendasi pakaian saat umroh yang kedua adalah bolero dress. Bolero adalah dress panjang seperti jaket yang cocok namun cenderung ketat saat digunakan.
Umumnya bolero mempunyai ukuran setengah dada pada bagian depan. Nah, baju yang satu ini dapat Anda padukan dengan cardigan. Sehingga akan memberikan penampilan yang serasi dan menarik.
3. Vertical Pattern
Berikutnya adalah jenis Vertical Pattern, dress yang satu ini mungkin sudah menjamur di pasar fashion muslim. Sehingga Anda akan lebih mudah memilih model, jenis, warna hingga motifnya.
Untuk memperoleh gamis atau dress yang bagus, Anda juga perlu memperhatikan bahan serta motifnya. Bahan gamis yang sangat direkomendasikan adalah gamis dengan bahan katun. Sebab, bahan tersebut lebih nyaman digunakan dan mudah menyerap keringat.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan motifnya saat memilih gamis. Pilihlah gamis dengan motif sederhana namun tetap enak dilihat dan juga mudah menyerap keringat. Hal ini bertujuan agar saat digunakan untuk umroh, Anda akan tetap nyaman memakainya.
4. Balloon Sleeve
Rekomendasi pakaian saat umroh yang selanjutnya adalah Lengan balon, jenis pakaian ini dapat membuat penampilan Anda menjadi lebih elegan.
Nah, apabila Anda ingin ( baju jamaah perempuan ) terlihat lebih feminim ketika ibadah umroh, maka baju dengan lengan balon ini bisa menjadi salah satu alternatif.
Model atasan dengan lengan balon sudah menjadi pilihan para hijabers. Sebab model baju tersebut memberikan kesan edgy. Terlebih jika Anda memadupadankan atasan tersebut dengan dress dengan aksen ruffles.
Tentu akan lebih cantik. Selain itu, Anda juga perlu memilih baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan tetap nyaman saat digunakan di tempat dengan suhu panas.
5. Flare Maxi Dress
Terakhir, rekomendasi pakaian saat umroh berikutnya adalah Flare Maxi Dress, Ini adalah salah satu busana muslim wanita yang kerap digunakan muslimah di berbagai cara.
Baik itu formal maupun informal. Terlebih saat musim panas, dress ini sangat cocok digunakan untuk para muslimah agar tetap merasa sejuk dan nyaman.
Kini dress model ini sudah tersedia dalam berbagai variasi dan motif. Jadi, tak hanya bisa Anda gunakan di acara formal saja, tapi juga bisa digunakan saat jalan-jalan atau ibadah umroh.
Variasi model dress ini dapat membuat penampilan menjadi lebih casual. Namun banyaknya variasi yang tersedia, membuat Anda harus jeli saat ingin memilihnya.
Supaya penampilan Anda tidak terkesan aneh, maka sesuaikanlah dengan bahan, model, serta warna yang cocok untuk Anda.
Umumnya, maxi dress mempunyai panjang yang hampir menyentuh mata kaki. Jadi akan sangat cocok jika Anda gunakan untuk melaksanakan ibadah umroh.
Agar lebih terlihat casual, Anda bisa memadukannya dengan strapped sandal yang memiliki warna senada. Itulah tadi beberapa rekomendasi pakaian saat umroh yang cocok untuk jamaah perempuan. Semoga membantu.
Agar ibadah umroh bisa berjalan dengan nyaman dan lancar, maka Anda perlu menyiapkan semua perlengkapan saat umroh. Apabila Anda tidak membawa perlengkapan yang sesuai kebutuhan, maka Anda akan kerepotan dan bingung saat tiba di tanah suci. Bahkan Anda juga perlu memperhatikan barang-barang kecil yang terkesan sepele namun sebenarnya penting.
Larangan Saat Ibadah Haji, Saat beribadah haji, selain mengetahui syarat wajib haji dan macam-macam haji , perlu juga memahami apa saja yang menjadi larangan saat ibadah haji , khusus bagi kaum hawa teradapat 3 larangan khusus yang wajib dipatuhi sebagai syarat sah haji, berikut selengkapnya
Larangan Saat Ibadah Haji Bagi Perempuan
Dalam melaksanakan ibadah haji, akan ada beberapa rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh semua jamaah. Salah satu rukun tersebut adalah ihram dan niat haji. selain rukun haji, adapun larangan-larangan yang juga wajib dipatuhi oleh setiap jamaah.
Kali ini, penulis hanya akan menjelaskan mengenai larangan saat ibadah haji bagi perempuan. Namun sebelum membahas hal tersebut, penulis akan memberikan informasi mengenai rukun haji yaitu ihram.
Ihram merupakan sebuah sebutan yang diberikan khusus untuk suatu keadaan suci sebagai tanda dimulainya ritual haji bagi setiap jamaah.
Rukun ini dimulai dengan membaca niat kemudian memakai pakaian serba putih. Pakaian ini melambangkan kesucian serta kebersihan.
Untuk jamaah perempuan biasanya menggunakan pakaian ihram yang menutup aurat. Akan tetapi wajah dan juga tangannya tidak boleh tertutup.
Adapun tujuan dari rukun tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa semua jamaah itu setara atau sama dihadapan Allah. Tidak ada bedanya antara orang kaya dan miskin, atau orang normal dan cacat.
Dengan menggunakan kain ihram maka itu sudah menjadi simbol bahwa kita sebagai manusia telah menjauhkan diri dari sifat sombong terhadap materi.
Jika melalui pakaian sehari-hari manusia bisa terlihat berbeda dan menciptakan sebuah penghalang yang dapat memisahkan antar individu. Maka dengan kain ihram, kita akan terlihat sama.
Nah, pada saat memulai haji hingga berakhirnya pelaksanaan haji. Terdapat beberapa hal yang tadinya halal kemudian menjadi haram untuk dilakukan selama masa ihram.
Namun pada artikel kali ini, penulis hanya akan menjelaskan mengenai larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh jamaah perempuan. Berikut adalah larangan saat ibadah haji bagi perempuan yang harus dipatuhi.
6 Larangan saat Ibadah Haji Khusus bagi Perempuan
Source Image: hasuna.co.id
Menurut Andi Intan Cahyani dalam jurnalnya yang berjudul “Pelaksanaan Haji Melalui Penerapan Formal dalam Peraturan Haji di Indonesia”, terdapat tiga larangan saat ibadah haji yang perlu Anda pahami.
6 Larangan Saat Ibadah Haji Bagi Perempuan tersebut adalah:
Bagi jamaah perempuan, saat menggunakan kain ihram mereka tidak diperbolehkan menutup muka dan juga tangannya.
“Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari no. 1838).
Selain itu, ada juga beberapa larangan saat ibadah haji yang berlaku bagi jamaah perempuan dan juga jamaah laki-laki.
Memotong kuku atau mencabutnya
Tidak boleh mencukur dan memotong rambut yang ada di kepala dan juga dilarang mencabut bulu yang ada di anggota tubuh lain
Selain memotong rambut, jamaah juga dilarang menyisir rambut. Hal ini dilakukan karena khawatir akan ada rambut yang rontok dan terjatuh
Khususnya perempuan, dilarang menggunakan parfum atau wewangian di badan atau pakaian dan juga rambut
Selama ihram, jamaah dilarang membunuh ataupun memburu hewan darat dengan cara apapun
Berciuman atau berhubungan intim dengan suami
Bagaimana jika ada jamaah yang melanggarnya? Untuk jamaah yang melanggar larangan saat ibadah haji disebutkan di atas, maka mereka diwajibkan membayar fidyah berupa kambing, unta, puasa, atau sanksi lain.
Ada beberapa jamaah haji wanita Indonesia yang salah paham bahwa pakaian warna putih adalah sunnah hukumnya bagi wanita.
Apalagi di Indonesia sudah terbiasa menggunakan mukena yang berwarna putih. Yang benar, warna putih adalah sunnah bagi pakaian ihram laki-laki. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sebaik-baik pakaian kalian adalah yang berwarna putih, maka kenakanlah dia dan kafanilah mayat kalian dengannya” (HR. Ahmad; Syarah Ahmad Syakir, 4/2219, beliau berkata :shahih)
Lalu bagaimana dengan pakaian wanita? Sebaiknya pakaian wanita ketika haji dan umrah adalah pakaian yang benar-benar menutup aurat, tidak ketat dan membentuk tubuh serta sebaiknya berwarna agak gelap sehingga tidak mengundang fitnah (tidak mesti hitam).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya, “apakah wanita boleh ihram dengan pakaian apa saja yang dia kehendaki ?”.
Beliau menjawab: “Ya, wanita berihram dengan pakaian yang dia mau. Tidak ada pakaian khusus bagi wanita ketika ihram sebagaimana anggapan orang-orang awam.
Tapi yang utama bagi wanita adalah berihram dengan pakaian yang tidak menarik pandangan laki-laki sebab dia bercampur dengan banyak manusia.
Maka spantasnya bila wanita berihram hendaknya memakai pakaian yang wajar dan tidak mengundang fitnah. Adapun bagi laki-laki maka yang utama adalah dengan baju ihram putih, yakni selendang (besar) dan kain.
Tapi jika tidak ada berwarna putih maka tidak apa-apa. Sebab terdapat riwayat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau ihram dengan baju hijau.
Kesimpulannya, tidak mengapa jika laki-laki ihram dengan pakaian yang tidak berwarna putih”.(Majmu Fatawa Ibnu Baz, 17/59)” dikutip dari: muslimah.or.id
Syarat Wajib Haji
Selain rukun haji, ada pula syarat wajib haji yang perlu Anda ketahui. Apabila seseorang tidak memenuhi kriteria syarat wajib haji. Maka mereka tidak wajib melaksanakan ibadah haji. Berikut ini adalah beberapa syarat wajib haji:
Seorang muslim atau beragama Islam
Memiliki akal yang sehat
Sehat secara fisik dan mental
Sudah baligh atau mencapai usia dewasa
Merdeka
Mampu secara materi
Penutup
Itulah beberapa penjelasan mengenai larangan saat ibadah haji bagi perempuan serta rukun dan syarat wajib haji. Untuk Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji, jangan lupa untuk selalu belajar mengenai tata cara pelaksanaan haji ya. Supaya ibadah Anda akan selalu dilancarkan dan menjadi haji yang mabrur.
Macam-macam Haji, Bagi umat muslim ibadah haji adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan jika dianggap sudah mampu melaksanakannya.
Itulah sebabnya umat muslim perlu mengetahui aturan atau tata cara pelaksanaan ibadah ini. Perlu Anda ketahui bahwa ibadah haji tidak hanya satu jenis, tetapi ada macam-macam haji dan pengertiannya yang memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya.
Oleh karena itu kami akan membahas tentang macam-macam haji dan jelaskan secara lengkap apa saja perbedaan dan bagaimana cara melaksanakannya.
Macam-macam Haji dan Perbedaannya Lengkap
Jemaah Haji tentu perlu mengetahui macam-macam haji dan perbedaannya serta pelaksanaannya agar bisa melakukan ibadah dengan hikmat. Selain mengetahui tentang apa saja amalan wajib ibadah haji perlu juga Anda ketahui macam-macam haji dan perbedaan pelaksanaannya.
Jangan sampai Anda melaksanakan ibadah haji tanpa mengetahui hukum pelaksanaannya. Perbedaan mendasar yang membedakan antara macam-macam haji tersebut adalah waktu pelaksanaannya.
source image: detik
Nanti, jamaah haji kemudian akan dibagi dalam beberapa kelompok keberangkatan. Jadi ada yang sampai lebih dulu atau datang sudah berdekatan di bulan Dzulhijjah.
Itulah sebabnya fiqih haji kemudian mengatur macam-macam haji, yakni ada yang mengerjakan haji terlebih dahulu baru umrah, atau melaksanakannya secara bersamaan.
“Ibadah haji dikenal ada tiga macam haji. Dua di antaranya mewajibkan membayar dam atau denda apabila dilakukan. Dalam Rahasia Haji dan Umrah Imam Ghazali, disebutkan, dam wajib dibayar jika jamaah melakukan haji tamattuk dan haji qiran.
Berikut Adalah macam-macam haji dan pengertiannya agar Jemaah haji dapat mengetahui dan mempelajari tata cara pelaksaannya, pengertian dan perbedaanya sebagai berikut:
3 Macam-macam Haji
source image: fif group
1. Haji Qiran
Haji qiran adalah salah satu macam macam pelaksanaan haji yang dilakukan secara bersamaan dengan ibadah umrah dalam jangka waktu yang sama. Ibadah haji dan umrah tersebut dilakukan sekaligus dengan satu niat yang sama, yakni sebagai berikut:
“labbaika hajjan wa ‘umratan”, yakni artinya Haji Qiran ini Anda tidak perlu lagi mengerjakan ibadah umrah karena sudah ibadah haji sebelum yang sekaligus juga melaksanakan ibadah umrah.
Perlu Anda ketahui bahwa jika Anda memutuskan untuk menjalankan ibadah haji qiran maka jamaah akan dikenakan dam.
Dam ini diperuntukan karena jamaah menggabungkan ibadah haji dan umrah dalam satu waktu yang dapat berupa qurban atau menyembelih seekor kambing jika mampu.
Selain qurban, dam juga bisa dilakukan calon jamaah haji dengan berpuasa selama 10 hari. Selain perlu membayar dam, perbedaan jamaah melaksanakan haji qiran adalah melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah dan hal ini bersifat sunnah.
Setelah itu jamaah melakukan shalat dua rakaat dibelakang maqam Ibrahim dan dilanjutkan melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah.
2. Haji Ifrad
Haji Ifrad adalah salah satu macam-macam haji yang dilaksanakan terlebih dahulu, baru melaksanakan ibadah umrah. Kata Ifrad bermakna sebagai sesuatu menjadikan hal itu sendiri, atau memisahkan sesuatu hal yang sebelumnya bergabung menjadi sendiri-sendiri.
Sederhananya, orang yang melaksanakan ibadah haji ifrad adalah orang telah selesai melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu. Setelah itu, jamaah kemudian melakukan ibadah umrah.
Jenis jenis haji ini mungkin sering Anda temukan banyak dilakukan oleh umat muslim. Haji Ifrad dilaksanakan jamaah dengan melakukan thawaf qudum setelah tiba di Mekkah. Setelah itu dilanjutkan sholat dua rakaat dibelakang maqam Ibrahim.
source image: Adira Finance
Jamaah haji kemudian melakukan sa’i diantara bukit Shofa dan Marwah untuk melaksanakan ibadah tersebut tanpa bertahallul, dan jamaah menempatkan diri dalam kondisi berihram.
Saat melakukan ibadah ini, jamaah tidak diperbolehkan melakukan hal yang diharamkan sampai datang masa tahallul pada 10 Dzulhijjah.
Setelah melaksanakan ibadah berihram, jamaah baru boleh melepas pakaian ihramnya dan diperbolehkan untuk menggunakan pakaian lainnya.
Namun jika jamaah kembali melakukan ibadah umrah maka menggunakan kain ihramnya lagi. Melaksanakan haji Ifrad tidak perlu lagi membayar denda atau dam.
3. Haji Tamattu
Haji Tamattu’ ini adalah salah satu macam-macam haji yang mendahulukan ibadah umrah baru melaksanakan ibadah haji. Haji ini biasanya disebut dengan haji yang bersenang-senang karena tidak dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
Cara melaksanakan haji tamattu jamaah lakukan dengan berihram pada bulan-bulan haji, seperti pada bulan, Dzulqa’dah, 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, dan Syawal.
Setelah selesai melaksanakan rangkaian ibadah umroh dengan melaksanakan thawaf umrah, Jamaah lalu melakukan sa’i umrah dan kemudian dilanjutkan dengan bertahallul dari ihramnya. Saat melakukan ibadah ini jamaah harus memotong pendek atau mencukur sebagian rambut kepalanya.
Setelah selesaikan ibadah tahallul, jamaah sudah terlepas dari kondisi ihram, sehingga bisa datang di hari Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Jamaah di hari Tarwiyah harus berihram kembali dari Mekkah saat melaksanakan hajinya sampai selesai atau sempurna.
Jika Anda memilih ibadah haji Tamattu’, maka wajib menyembelih hewan qurban, yakni seekor kambing atau sepertujuh dari sapi atau sepertujuh dari unta.
Qurban tersebut bisa dilakukan pada 10 Zulhijjah atau di hari-hari tasyriq seperti tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dan merupakan amalan wajib haji.
Penutup
Nah, itulah penjelasan tentang macam-macam haji yang perlu Anda ketahui sebelum melaksanakannya. Jadi pastikan Anda sudah paham tentang pelaksanaan ibadah haji dan mempersiapkannya sebelum menuju ke tanah suci.
Bagi Anda yang ingin melaksankan Haji dan tidak ingin repot dan lama menunggu antrian, Anda dapat menggunakan Tazkiyah tour, Paket Haji Khusus Termurah yang disediakan sangat membantu Jemaah kami yang telah berangkat, mulai dari persiapan, penginapan serta fasilitas lainnya semuanya terjamin dan terbaik.
Demikian artikel kali ini yang membahas tentang jelaskan macam macam haji dan perbedaannya lengkap, semoga dengan artikel ini Anda dapat memperoleh haji yang mabrur serta memperoleh keberkahan.