kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai macam ujian, tantangan ataupun musibah. Namun sebesar apapun tantangan dan musibah, atau seberat apapun musibah yang dihadapi pasti ada jalan, tergantung cara menghadapi musibah tersebut
Tulisan ini akan membahas 3 cara atau sikap untuk menghadapi ujian dan tantangan, sehingga ujian itu tidak menjadikan kita pecundang tapi menjadikan kita pemenang.
Pada surah Surah Al-Baqarah ayat 246 – 252 dikisahkan sebuah kisah perjuangan yang sangat heroik dari seorang Raja Thalut menghadapi sang penguasa kejam yaitu Jalut.
Sejarah Masjid Nabawi mencerminkan lebih dari sekadar kebesaran fisiknya; ia juga menjadi simbol keikhlasan, pengorbanan, dan dedikasi yang menjadi pilar utama dalam membangun fondasi agama Islam.
Dengan tiang-tiangnya yang kokoh dan dinding-dindingnya yang teguh, masjid ini bukan hanya sebuah struktur bangunan, tetapi juga sebuah monumen hidup yang menggambarkan semangat kesetiaan dan pengabdian umat Islam terhadap ajaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Masjid Nabawi Madinah
Terletak di Madinah, masjid ini bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga sebuah monumen hidup yang memberikan bukti konkret atas semangat kesetiaan yang tiada henti dari umat Islam terhadap ajaran dan petunjuk yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.
Source Image: CIMB Niaga
Sejarah Masjid Nabawi
Ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melakukan hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, mereka dengan bijaksana memilih tanah yang dimiliki oleh kedua anak yatim tersebut sebagai tempat yang paling cocok untuk mendirikan sebuah masjid.
Setelah tinggal beberapa saat di rumah sahabat Salahuddin Ayyub, Nabi Muhammad mendirikan Masjid Nabawi di atas sebidang tanah yang dimiliki oleh dua anak yatim anshar yang bernama Sahal dan Suhail anak dari Amir Bin Amarah yang diasuh oleh Mu’adz bin Atrah.
Sahal dan Suhail awalnya menolak tawaran pembelian tanah mereka oleh Nabi Muhammad SAW dengan niat tulus untuk menghibahkan tanah tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Nabi.
Namun, Nabi Muhammad SAW menolak untuk memanfaatkan kebaikan mereka tanpa memberikan imbalan yang sesuai.
Sebagai tanda penghargaan terhadap keikhlasan mereka, beliau membayar harga yang sewajarnya untuk tanah tersebut sebagai pengakuan atas kontribusi dan kesetiaan mereka.
Proses pembangunan Masjid Nabawi tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik semata, melainkan juga melibatkan konstruksi fondasi bagi umat Islam.
Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya terlibat secara langsung dalam setiap tahap pembangunan, mencerminkan kesetiaan dan semangat pengorbanan mereka terhadap agama.
Mereka tidak sekadar membangun sebuah struktur bangunan, melainkan juga menyematkan nilai-nilai moral ke dalam setiap batu dan tiang yang mereka pasang, sehingga masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebuah pusat yang memancarkan keberkahan dan kedamaian.
Source Image: Merdeka.com
Salah satu momen penting dalam sejarah Masjid Nabawi adalah ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tiba di Madinah.
Pada saat itu, beliau menunjukkan sikap rendah hati dan keadilan yang luar biasa dengan membiarkan unta yang dipimpinnya menentukan tempat tinggalnya di kota tersebut.
Tindakan ini tidak hanya mencerminkan kesederhanaan dan keadilan yang menjadi ciri khas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menggambarkan betapa beliau mengutamakan kepentingan umat dan kebersamaan di atas segalanya.
Meskipun awalnya sederhana, Masjid Nabawi telah mengalami perluasan dan pengembangan yang signifikan seiring berjalannya waktu untuk memenuhi kebutuhan umat Islam yang terus bertambah.
Dalam proses perluasan dan pengembangan tersebut, nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan persaudaraan tetap dijunjung tinggi, mencerminkan kesetiaan umat Islam terhadap ajaran agama mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan dan perluasan Masjid Nabawi tidak hanya tentang fisiknya saja, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai moral yang menjadi inti dari agama Islam.
Hingga hari ini, dalam sejarah Masjid Nabawi, tempat ibadah ini tetap memegang peranan sebagai salah satu tempat ibadah terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Jutaan orang dari berbagai penjuru bumi melakukan perjalanan ke Madinah setiap tahunnya untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan juga untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW yang terletak di samping masjid tersebut.
Kisah berdirinya sejarah Masjid Nabawi bukan hanya merupakan kisah masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Masjid Nabawi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga lambang kekuatan dan kejayaan Islam yang abadi, yang terus menginspirasi dan memotivasi umat Islam di seluruh dunia.
Dalam perjalanan Sejarah Masjid Nabawi,menjadi pusat peradaban dan pendidikan, menjadi tempat di mana generasi-generasi umat Islam belajar tentang nilai-nilai agama dan moral.
Masjid ini juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan antara umat Islam di seluruh dunia, menjadi pusat di mana mereka dapat berkumpul dan merayakan ibadah bersama.
Source Image: Himpuh
Dalam konteks modern, Masjid Nabawi juga menjadi pusat penelitian dan dialog antar agama, menjadi tempat di mana para ahli dari berbagai latar belakang agama dan budaya dapat berkumpul untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Melalui ini, masjid ini menjadi pusat dialog dan pengembangan antar agama, menjadi tempat di mana dapat terjadi pertukaran ide dan pemahaman yang mendalam antara umat Islam dan komunitas lainnya.
Dengan keindahan arsitektur dan makna yang terkandung di dalamnya, sejarah Masjid Nabawi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lambang kekuatan dan kejayaan Islam yang abadi.
Sebagai pusat inspirasi dan menginspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia, masjid ini memancarkan semangat kesetiaan, keikhlasan, persaudaraan, dan dedikasi yang harus dipegang teguh oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah yang membanggakan dan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh sejarah Masjid Nabawi akan terus menjadi panduan bagi umat Islam untuk memperkokoh iman dan mengamalkan ajaran agama dengan penuh ketulusan.
Dengan memelihara nilai-nilai tersebut, umat Islam dapat mewujudkan visi masa depan yang penuh keberkahan dan kedamaian, serta mewariskan warisan spiritual yang berharga kepada generasi mendatang.
Semoga Masjid Nabawi tetap menjadi sumber inspirasi yang abadi bagi seluruh umat Islam, mengingatkan akan pentingnya hidup dalam kesetiaan dan keikhlasan kepada Allah SWT dan sesama manusia.
Sahabat Tazkiyah, Tahukah anda kalau ternyata Kota Mekkah mempunyai nama lebih dari satu?? Dan apakah anda sudah mengetahui rahasia atau makna dibalik setiap nama – nama tersebut??.
Kota Mekkah ternyata memiliki kurang lebih 25 nama, tetapi ada 11 nama yang disebutkan dalam al-Quran, hal ini disampaikan oleh DR. KH. Salahuddin Ayyub Fachruddin, LC., MA pada kajian rutin Yayasan Pesantren Haji Indonesia. Beliau menegaskan bahwa apabila Allah menyebutkan nama itu dalam Al-Qur’an maka ada rahasia yang terkandung didalamnya dan itu juga menunjukkan Kota Suci Mekkah sebagai kota yang palingi dicintai oleh Allah SWT
Sahabat Tazkiyah, perlu kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk Allah SWT yang dimuliakan yang asalnya dari Nabi Adam dan Hawwa. Keduanya diciptakan di syurga. Ini berarti tempat asalnya manusia adalah syurga, jadi manusia itu adalah penduduk surga bukan penduduk neraka
Tulisan ini akan mengupas tentang asal usul tentang manusia, Yaitu surga bukan neraka.
Ketua Yayasan Pesantren Haji Indonesia, DR. H. Salahuddin Ayyub, LC., MA, mengatakan penting bagi kita sebagai manusia untuk mengetahui dari mana sebenarnya kita berasal, sehingga kita mengetahui kemana kita akan kembali. Ibaratnya, apabila seseorang berasal dari Kampung Makassar, maka orang yang tinggal diluar Makassar akan mudik ke Makassar.
“Mudiknya (kembalinya) manusia ada dua macam yaitu mudik jasmani dan mudik rohani. Ketika manusia meninggal, maka jasadnya akan kembali ke bumi karena asal penciptaannya dari tanah (mudik jasmani). Sementara ruh akan kembali ke tempatnya yaitu surga (mudik rohani), karena manusia adalah penduduk surga”, jelasnya.
Tawadhu merupakan salah satu ajaran yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Dan Allah SWT memberikan ganjaran yang luar biasa pada orang memiliki sikap tawadhu.
Banyak kisah yang menggambarkan keutamaan dari sikap tawadhu dan juga balasannya, oleh karena itu dalam artikel ini kita akan membahas kisah tentang orang yang tawadhu dan sabda nabi tentang balasan orang yang tawadhu.
Balasan Orang Yang Tawadhu Dan 2 Kisah Yang Wajib Jadi Pelajaran
Tulisan ini akan membahas apa itu sikap tawadhu, dan apa balasan bagi orang yang tawadhu. Dengan mengulas kisah Sahabat Nabi yaitu Abu Ayyub Al Anshari, ketika Nabi Muhammad SAW meninggalkan perkampungan Quba dan tiba di Kota Madinah.
1. Kisah Sikap Tawadhu Nabi Dan Sahabat
Dikisahkan bahwa, Setelah Rasulullah dan sahabatnya menyelesaikan pembangunan masjid Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanannya menuju kota Madinah yang dulu bernama Yathrib.
Setibanya dipintu gerbang Kota Madinah, Rasulullah dan sahabatnya sudah ditunggu – tunggu oleh segenap kaum Anshar (sebutan untuk penduduk Kota Madinah) yang memang sudah lama menanti kedatangan Nabi Muhammad SAW.
Kaum Anshar mengelu – elukan nama Nabi Muhammad SAW, dan mereka berebutan untuk melihat sosok yang sudah sangat dirindukan. Merekapun berebutan untuk menarik tali kekang unta Nabi Muhammad SAW.
Tidak hanya itu, Penduduk Kota Madinah juga berebutan menawarkan rumahnya untuk menajdi tempat tinggal sementara Nabi Muhammad SAW. Semua ini dilakukan sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun di antara kerumunan kaum Anshar ada seseorang yang tidak ikut berebutan menarik tali kekang unta Nabi Muhammad dan juga tidak menawarkan rumahnya untuk ditinggali. Beliau adalah Abu Ayyub Al Anshari.
Foto : Jemaah Haji Tazkiyah Global Mandiri
2. Kisah Sikap Tawadhu Abu Ayyub Al Ansari
Tidak seperti yang lain, Abu Ayyub Al Anshari membantu membawakan barang bawaan Nabi Muhammad SAW dan rombongannya. Dia tidak ikut menawarkan rumahnya untuk ditempati oleh Rasulullah meskipun ia tentu sangat ingin rumahnya ditempati oleh sang kekasih Allah SWT.
Hal ini dikarenakan Abu Ayyub Al Anshari merasa bahwa rumahnya sangat sederhana dibandingkan dengan rumah – rumah yang lain.
Mendapatkan sambutan yang luar biasa tentu membuat Nabi Muhammad SAW sangat berbahagia, hal seperti ini tidak pernah di dapatkan di kota kelahirannya yaitu Kota Mekah.
Namun Nabi Muhammad kebingungan menentukan dimana ia akan tinggal untuk sementara. Beliau merasa khawatir apabila menentukan satu rumah akan menimbulkan rasa iri terhadap yang lain.
Maka beliau menyerahkan keputusan tersebut kepada untanya. Beliau mengatakan akan tinggal sementara di rumah dimana unta kendaraanya berhenti dan duduk.
Maka dengan bimbingan Allah SWT unta itu berjalan menyusuri kota Madinah dan rumah – rumah penduduk Madinah, terus berjalan melewati rumah – rumah mewah dan bangunan – bangunan kokoh.
Tanpa diduga ternyata unta itu berhenti di sebuah rumah yang sangat sederhana, dan ternyata rumah itu adalah rumah Abu Ayyub Al Anshari.
Sahabat Abu Ayyub Al Anshari adalah orang yang sangat tawadhu atau rendah diri. Orang yang merasa dirinya tidak semulia bangsawan Kota Madinah atau penduduk yang lain.
Beliau merasa kediamannya paling buruk dan sangat tidak pantas untuk disinggahi orang semulia Nabi Muhammad SAW. Jangankan menawarkan rumahnya untuk disinggahi sebagaimana yang dilakukan peduduk madinah yang lain, merasa layak pun ia tidak berani.
Sabda Nabi Muhammad Tentang Balasan Orang Yang Tawadhu
Namun sesuai sabda rasulullah barang siapa yang senantiasa merendahkan dirinya (bersifat tawadhu), Allah SWT akan menaikkan derajatnya.
Begitu pun sebaliknya, barang siapa yang senantiasa bersifat sombong atau merasa paling hebat, Allah lah yang akan menjatuhkannya.
Dilansir dari Nu online, sifat tawadhu merupakan sikap batin yang merendah. Sifat tawadhu ini akan melahirkan tata karma dan sikap sosial yang wajar.
Tawadhu artinya dalam islam adalah sikap rendah hati dan tidak sombong. Tawadhu merupakan salah satu akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam, merasa semua hanya pemberian Allah yang dititipkan untuknya, tidak menganggap dirinya lebih baik dari siapa pun dan selalu bersyukur atas pemberian Allah.
source image: detik
Karena ini sikap batin, maka tidak ada yang bisa mengukur ketwadhuan seseorang kecuali manusia itu sendiri. Hanya mereka sendiri yang dapat menyadari apakah mereka merasa lebih tinggi atau istimewa dibanding orang lain atau tidak.
Oleh karena itu, tidak banyak orang yang bersikap tawadhu. Hanya mereka yang berjiwa besar dapat mencapai derajat mutawadhi‘in.
Karena hanya mereka yang siap melawan arus demi hak dan harkat hidup manusia, sebagaimana kisah sahabat Nabi yaitu Abu Ayyub Alanshari. Maka pantaslah Allah SWT memberikan balasan yang sangat besar bagi orang – orang yang memiliki sikap tawadhu.
Nabi Muhammad SAW tinggal selama beberapa waktu di tempat tersebut sampai selesai pembangunan Masjid Nabawi dan Rumah Rasulullah SAW. Nantikan dikisah selanjutanya.
Penutup
Sahabat Tazkiyah, sungguh indah kisah cinta para sahabat kepada Rasul SAW. Semoga kita semua diberikan nikmat oleh Allah SWT untuk mengunjungi rumah dan masjid nabawi serta menziarahi kubur Nabi Muhammad SAW.
Sosok yang kita rindukan, sosok yang cinta kita kepadanya tidak pernah berkurang bahkan semakin bertambah. Sosok yang setiap saat mengisi relung – relung ingatan kita dan senantiasa namanya mengikuti setiap tarikan nafas kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.