Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Raksa Nugraha

June 30, 2020

MAKASSAR – Setelah diluncurkan 16 Juni lalu, Raksa Nugraha Award atau Indonesian Consumer Protection Award 2020 terus disosialisasikan. Selasa, 30 Juni 2020, kompetisi bagi perusahaan maupun instansi dalam penerapan perlindungan konsumen ini diulas dua jam oleh iNews TV.

Sosialiasi ini menghadirkan Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Ardiansyah Parman; Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, Arief Safari, Chairman The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG), Gendut Suprayitno.

Satu lagi bintang tamunya berasal dari Makassar. Dia adalah Direktur Utama PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin. Tazkiyah merupakan salah satu pemenang Raksa Nugraha Award 2019. Sejak meraih predikat tersebut, Tazkiyah aktif mendukung kerja-kerja BPKN RI untuk memasifkan perlindungan konsumen di semua bidang usaha.

Talkshow tersebut dipandu presenter iNews, Stefani Patricia. Bertema “Perlindungan Konsumen di Tengah Pandemi”. Baca Lebih Lanjut

June 16, 2020

MAKASSAR – Raksa Nugraha Award atau Indonesian Consumer Protection Award, kompetisi bagi perusahaan maupun instansi dalam penerapan perlindungan konsumen, tetap akan digelar di tengah pandemi Covid-19. Launching sudah digelar secara virtual, Selasa, 16 Juni 2020.

Bagi Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) sebagai penyelenggara, momentum ini justru membuat event ini semakin dibutuhkan. Terutama untuk mengukur sejauh mana pelaku usaha dan lembaga tetap menjaga kepercayaan publik. Baca Lebih Lanjut

December 3, 2019

MAKASSAR – Desember telah tiba. Kurang dari sebulan, kalender akan berganti. PT Tazkiyah Global Mandiri melihat lagi Big Goals 2019, yang dicetak besar dan dipajang di kantor; alhamdulillah, semuanya telah tercapai.

Salah satu yang terwujud di pengujung tahun ini adalah Big Goals ke-9, yakni penghargaan. SNI Award 2019 dan Raksa Nugraha Award 2019 yang menjadi impian keluarga besar Tazkiyah, bisa diraih.

Rentang waktunya tak begitu lama. Raksa Nugraha Award 2019 diterima dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Rabu, 16 Oktober 2019, di Double Tree Hotel, Jakarta. Lalu SNI Award 2019 diserahkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), Rabu, 20 November 2019, di Balai Kartini, Jakarta.

Tazkiyah bahkan mencatatkan sejarah di kedua ajang itu. Menjadi satu-satunya perusahaan travel umrah dan haji di Indonesia yang mendapatkan Raksa Nugraha, yang tahun ini merupakan edisi perdana. Di SNI Award yang sudah memasuki penyelenggaraan ke-15, Tazkiyah menjadi perusahaan perjalanan pertama yang mendapat penghargaan itu.

Presiden Direktur PT Tazkiyah Global Mandiri, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, ini sungguh tahun yang indah bagi seluruh tim kerja Tazkiyah. “Tetapi memang butuh waktu bertahun-tahun, membenahi hampir seluruh aspek, sebelum bisa memetik hasil ini,” ujarnya, Selasa, 3 Desember 2019.

Delapan Big Goals 2019 Tazkiyah lainnya adalah;

Sistem. Sukses transformasi sistem tata kelola organisasi berbasis digital, melalui Tazkiyah Integrated Application System tahap kedua.

SDM. Sukses standardisasi kualitas sumber daya manusia yang sehat dan smart.

Sertifikasi. Sukses mendapatkan penilaian yang tinggi dalam sertifikasi ISO 9001:2015, dan beberapa lainnya.

Stakeholder. Sukses menjadi kebanggaan seluruh stakeholder dengan memberikan nilai manfaat keuangan dan non keuangan yang sebesar-besarnya kepada mereka.

Produk. Sukses menciptakan ragam produk layanan yang inovatif dan inspiratif.

Penjualan. Sukses penjualan melalui pengembangan business networking, brand strategy, dan public relation.

Pelanggan. Sukses mempertahankan kepuasan pelanggan yang nilai rata-ratanya sudah mencapai 9,3.

Profit. Sukses kinerja keuangan yang positif, bertumbuh, berkualitas, dan memenuhi standar laporan keuangan yang real time, serta akuntabel dengan laporan pajak tepat waktu. (fit-sur)

October 18, 2019

MAKASSAR – Kejutan yang ditunjukkan PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) yang berhasil meraih penghargaan bergengsi Raksa Nugraha Award 2019 jadi pembicaraan. Di media sosial, berbagai status dan ucapan selamat telontar dari para sahabat dan mitra.

Bahkan, media-media besar di Makassar dan Jakarta pun turut memberi atensi.

Jaringan terkini.id di Makassar melihat dari sudut pandang Tazkiyah Tour sebagai satu-satunya perusahaan asal Makassar yang menembus ketatnya ajang itu. Ajang pemeringkatan yang dilakukan Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI).

Sindo Makassar juga mengambil angle yang relatif sama. Namun, media MNC Group ini lebih mengulas soal Tazkiyah Tour sebagai perusahaan travel haji dan umrah yang berasal dari daerah ini.

Sedangkan FAJAR Online menitikberatkan soal layanan umrah bergaransi Tazkiyah Tour. Layanan yang membuat korporasi berusia 19 tahun itu dianggap membuat standar tinggi perlindungan konsumen.

Lalu Rakyatku.com mengulas mengenai keberhasilan Tazkiyah Tour masuk dalam jajaran penerima piala dan piagam dari BPKN RI. Padahal, nominasinya tidak main-main. Tengoklah daftar pemenang lain; PT Petrokimia Gresik yang meraih platinum, PT Pembangunan Jaya Ancol untuk gold, dan PT Pelindo Husada Citra (PHC) dapat silver.

Sudut pandang serupa dipilih Tribun News. Fokus pada capaian Tazkiyah Tour yang mampu menembus persaingan nasional.

Lainnya, Rakyat Sulsel bicara soal sejarah yang dicatatkan Tazkiyah Tour dan tiga pemenang lain. Sebab, ini tahun pertama penyelenggaraan Raksa Nugraha Award dan akan jadi ajang tahunan.

Dua media yang berbasis di Jakarta; Antara dan Business Today juga menyebut nama Tazkiyah. Sebagai satu dari empat perusahaan yang dianggap layak oleh BPKN RI untuk diapresiasi.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin berterima kasih atas pemberitaan media yang sangat positif.

“Rekan-rekan media jadi mitra strategis kami selama beberapa tahun ini. Dan bahkan di 2020, kami menjadikan sinergi dengan media sebagai poin pertama Big Goals kami,” ucapnya, Jumat, 18 Oktober 2019. (fit-sur)

October 16, 2019

JAKARTA – Empat perusahaan mencatatkan sejarah. Menjadi pemenang pada penyelenggaraan perdana Raksa Nugraha Award yang dihelat Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI).

Dan kabar gembiranya lagi, satu dari empat perusahaan tersebut berasal dari Makassar; PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour). Tazkiyah Tour meraih trofi dan piagam kategori silver bersama PT Pelindo Husada Citra (PHC).

Dua lainnya adalah perusahaan yang juga sudah malang melintang; PT Pembangunan Jaya Ancol (gold) dan PT Petrokimia Gresik (platinum).

“Selamat kepada para penerima anugerah. Para pelaku usaha yang sudah berhasil menerapkan standar tinggi perlindungan konsumen,” ujar Ardiansyah Parman, Ketua BPKN RI dalam sambutannya pada malam penganugerahan Raksa Nugraha Indonesian Consumer Protection Award 2019, Rabu, 16 Oktober 2019.

Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin, mengaku bangga bisa berada di deretan penerima anugerah. “PT Petrokimia adalah BUMN raksasa, peraih double platinum SNI Award. PT Pembangunan Jaya BUMD kawakan di DKI. PHC anak usaha Pelindo,” ucapnya.

“Dan kami tidak akan berhenti melakukan inovasi yang terkait kenyamanan konsumen. Fokus kami di situ,” imbuh Ahmad Yani.

Malam penganugerahan digelar di Double Tree by Hilton, Jakarta Pusat. Managing Director Tazkiyah Tour, Adnan Syahruddin, naik ke panggung menerima trofi dan piagam dari Ketua BKPN RI dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag RI, Veri Anggrijono.

Koordinator Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, Arief Safari, menjelaskan, hanya Tazkiyah Tour dan tiga perusahaan lain yang direkomendasikan panelis.

“Raksa Nugraha ini baru kita awali akan menjadi agenda tahunan sebab sangat penting untuk dilakukan,” ucapnya.

Ardiansyah menambahkan, Raksa Nugraha akhirnya dihelat sebab BPKN menilai, sejak berlakunya UU Perlindungan Konsumen 20 tahun lalu, hak-hak konsumen belum maksimal terjamin.

“Di negara-negara maju, produk yang berorientasi perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan, mendapat tempat strategis,” tutur dia.

Mulai tahun depan, Raksa Nugraha tidak hanya akan menilai pelaku usaha tetapi juga pemerintah daerah. (fit-sur)