Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: Tazkiyah Tour

February 17, 2020
February 17, 2020

MEKAH – Lima puluh jemaah Tazkiyah Global Mandiri baru menuju ke Mekah, hari ini, Senin, 17 Februari. Namun, koper yang mereka bawa rata-rata sudah membuncit.

Bahkan, pantauan kru tazkiyahtour.co.id saat jemaah menurunkan barang ke lobi hotel di Madinah, sudah banyak pula yang membawa kantongan tambahan. Berukuran besar-besar.

Meski belum melaksanakan rangkaian umrah, rata-rata jemaah memang sudah berbelanja. Apalagi, beberapa toko di Madinah memang dikenal memajang harga relatif lebih murah daripada toko-toko di Mekah.

Apalagi kemarin, rombongan sudah mendatangi kebun kurma di Madinah. Pusat oleh-oleh camilan. Di situ, banyak yang membeli kurma dan cokelat-cokelatan.

“Pesanan keluarga di kampung tawwa,” tutur Erick Alamsyah, salah satu jemaah.

Oleh-oleh memang selalu menjadi hal yang penting bagi jemaah umrah asal Indonesia. Meski toko oleh-oleh khas Saudi sudah ada juga di Makassar, tetap saja ada yang merasa tidak afdal jika tidak membeli di tempatnya langsung.

“Seru lihat jemaah berlomba-lomba belanja. Tetapi kita tidak lupa mengingatkan bahwa jatah bagasi untuk setiap jemaah hanya 30 kilogram,” ujar Mansurdin, tour leader untuk pemberangkatan kali ini.

Jemaah Tazkiyah dijadwalkan akan langsung memulai prosesi umrah begitu tiba di Mekah sore ini, atau malam waktu Indonesia. (fit-sur)

November 27, 2019

PALU – Pemberangkatan jemaah umrah Tazkiyah Global Mandiri, peraih SNI Award 2019 akan dilakukan lagi, Kamis, 28 November besok. Kali ini, khusus jemaah asal Palu, Sulawesi Tengah.

Saat ini, 50 jemaah sudah dalam penerbangan dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros.

Rombongan dijadwalkan masuk Dalton Hotel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Sudiang, Makassar, pukul 14.00. Istirahat kemudian malam hari ada agenda manasik.

Grup yang memilih paket Silver umrah 11 hari ini akan berangkat ke tanah suci, besok pagi menjelang siang. Menggunakan pesawat SilkAir (Singapore Airlines Group).

Sepeerti biasa, rombongan jemaah Tazkiyah Global Mandiri asal Palu akan dibimbing Aguslam N Hampeng, perwakilan Tazkiyah di Sulawesi Tengah. Seorang alumni Al Azhar, Kairo, dengan pengalaman panjang belasan tahun mendampingi jemaah umrah dan haji.

Aguslam mengatakan, meski memiliki sejumlah kegiatan lain dalam kesehariannya, melayani tamu-tamu Allah tetap menjadi pekerjaan yang paling disenanginya. “Back to basic,” ujarnya, Rabu, 27 November.

Rombongan ini dijadwalkan berada di tanah suci hingga 7 Desember, tiba kembali di tanah air 8 Desember. (fit-sur)

November 1, 2019

MADINAH – Usianya 94 tahun. Lahir tahun 1925 di Masamba, Luwu Utara. Tetapi dia masih sanggup berjalan tanpa tongkat. Penglihatan dan pendengarannya pun masih baik.

Saudi Ambo San namanya. Saat ini, Saudi sudah berada di Arab Saudi. Baru saja tiba beberapa saat lalu di Madinah. Ketika berita ini diketik, Saudi usai menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi.

Saudi masuk grup umrah bersama Tazkiyah Global Mandiri, periode 31 Oktober-10 November 2019.

Saudi berangkat ke tanah suci ditemani cucunya, Yayu Rimba Sucipto. Tetapi Yayu tak bakal direpotkan. Sang nenek tergolong perempuan tangguh. Hampir segalanya masih bisa dilakukan sendiri.

Saat kru tazkiyahtour.co.id mengobrol dengannya, Saudi bisa menyimak semua yang kami ucapkan. Dijawab pula dengan fasih. Dia mengaku sudah lama mendamba pergi umrah.

“Alhamdulillah bisa berangkat bersama Tazkiyah,” ucapnya.

Grup ini akan berada di Madinah selama empat hari. Senin depan, mereka bertolak ke Mekah.

Di Mekah saat ini masih ada jemaah Tazkiyah yang tergabung dalam grup Umrah Plus Turki. Hari Minggu lusa rombongan akan bertolak ke tanah air. Pulang setelah melakoni tur yang menyenangkan selama tiga pekan. (sur-fit)

October 31, 2019

TAIF – Jemaah umrah asal Indonesia mungkin pernah mendengar nama Kota Taif. Tetapi barangkali tidak semua sempat ke sana. Selain memang tak gampang mendapat akses, Taif bukanlah rute reguler bagi travel umrah Indonesia.

Tetapi jemaah Umrah Plus Turki Tazkiyah merasakannya, kemarin waktu setempat. Lima belas jemaah bergerak dari teriknya Mekah menuju Taif di dataran tinggi.

Taif ini memang unik. Menjadi pembeda dari suhu pada umumnya di Arab Saudi. Letaknya 1.700 meter di atas permukaan laut di lereng pegunungan Sarawat. Pada puncak musim panas, para pejabat dan kalangan keluarga kerajaan akan meninggalkan teriknya Riyadh untuk menepi sejenak ke Taif. Menjalankan pemerintahan dengan belaian angin sejuk.

Ahmad Made Ali, pendamping jemaah Tazkiyah menuturkan, para jemaah yang dalam empat hari terakhir sudah melakukan dua hingga tiga kali umrah begitu menikmati Taif.

Dari Mekah, rombongan menempuh perjalanan darat. Jarak 80 kilometer dilalui dalam waktu sekitar dua jam. Perlahan pemandangan berubah dari padang pasir dan bebatuan menjadi hamparan pepohonan.

Dan itulah ciri dari Taif. Tanaman tumbuh sangat subur di wilayah berjuluk Qaryah Al Mulk atau Desa Para Raja itu. Perkebunan kurma, semangka, anggur, stroberi, delima, anggrek, ambar, melati, misik, hingga peternakan madu ada di sini.

Begitu tiba, rombongan naik mobil ke ketinggian, kemudian turunnya meluncur menggunakan cable car.

Cable car atau sky lift atau kereta gantung menjadi solusi bagi mereka yang ingin seutuhnya memandangi Taif dari udara. Bila di tempat lain Sky Lift berjalan lurus, di Taif justru naik turun melewati bebatuan besar dan tanah kosong yang menghijau diselimuti rumput tipis.

Istimewanya, bagi yang masih ingin melaksanakan umrah, bisa juga mengambil miqat di Taif. Tepatnya di Wadi Sair Kabir.

Di pusat kota, juga terdapat masjid yang sangat bersejarah. Salah satunya adalah Masjid Ibnu Abbas, yaitu masjid peninggalan paman Rasullulah, Abdullah bin Abbas dan Masjid Ku’un, masjid di mana Nabi Muhammad saw dilempari batu oleh penduduk Taif.

Taif memang menorehkan sejarah yang pahit dalam perjalanan awal dakwah Nabi. Tiga tahun sebelum hijrah, Rasulullah melakukan perjalanan ke Taif untuk berdakwah dan mengajak Kabilah Tsaqif masuk Islam. Misi yang tak mudah. Beliau mendapat cacian, umpatan, hingga lemparan.

Tetapi Nabi tak dendam. Nabi tidak meminta agar Taif diazab. Kini, Taif malah menjadi negeri yang subur. (ama)

October 29, 2019

MAKASSAR – Begitu banyak yang bisa dikerjakan dengan dukungan sahabat. Apalagi jika ditambah dengan para warganet yang juga senang membantu.

Setelah melalui proses kontes, kemudian pemilihan pewarnaaannya kami unggah ke media sosial, kemarin, logo baru PT Tazkiyah Global Mandiri akhirnya ditemukan.

Pilihan jatuh pada opsi pewarnaan yang ketiga. Sayap burung garuda pada huruf Y sama-sama berwarna merah.

Jauh lebih banyak yang memilih itu. Alasan utamanya adalah keseimbangan. Misalnya komentar dari Andi Muhammad Taofik, yang saat ini sedang berada di Mekah, umrah bersama Tazkiyah.

“Saya pilih desain nomor 3. Sebab sayap harus sama. Jadi penerbangan akan seimbang, insyaallah,” tulisnya di kolom komentar akun Facebook Tazkiyah.

“Apapun di dunia ini membutuhkan keseimbangan. Termasuk sayap burung dan hidup kita,” pendapat Imam Dzulkifli, seorang jurnalis dan penulis, yang juga sahabat Tazkiyah.

Beberapa sahabat dan warganet lain juga melontarkan alasan yang sama. Dan memang opsi itulah yang banyak ajukan.

Akhirnya, sebagai apresiasi dan rasa terima kasih kami, logo tersebut jugalah yang akan kami gunakan mulai sekarang.

Penyebutan nama pun sedikit berubah. Dari Tazkiyah Tour menjadi Tazkiyah Global Mandiri. Atau dalam versi yang lebih singkat, cukup Tazkiyah saja.

Ini untuk ketujuh kalinya logo ini kami konteskan redesainnya. Karena kami yakin, tak ada yang permanen, kecuali perubahan. Persis seperti kata seorang filsuf.

Bahagia rasanya bisa mendapat saran dan gagasan dari para sahabat dan warganet. Mari sama-sama terus bergerak. Dinamis. Berubah kapan saja zaman membutuhkan itu. (*)