Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Juni 8, 2024

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengimbau umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji sesuai dengan regulasi haji yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Seruan ini muncul sebagai respon terhadap meningkatnya kasus jemaah haji nonprosedural yang membawa risiko dan dampak negatif bagi keselamatan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Regulasi Haji 2024 Terbaru

Pada 28 Mei 2024, para kiai NU mengadakan diskusi dalam Forum Bahtsul Masail Diniyyah Waqiiyah di Jakarta untuk membahas masalah ini.

regulasi haji di indonesia
Source Image: nu.or.id

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan ibadah haji yang tidak mengikuti prosedur resmi bertentangan dengan syariat Islam.

Selain itu, ibadah haji nonprosedural dianggap mengandung banyak risiko, baik bagi individu yang melakukannya maupun bagi jamaah haji lain yang mengikuti prosedur resmi.

Risiko-risiko tersebut antara lain kepadatan di kawasan-kawasan penting seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang sudah sempit, serta gangguan pada layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi.

Ibadah haji nonprosedural dapat memperburuk situasi di area-area tersebut, meningkatkan risiko kecelakaan, dan mengganggu kenyamanan jamaah lain yang mengikuti regulasi haji resmi.

Yahya menyatakan bahwa PBNU memandang haji nonprosedural sebagai praktik yang tidak benar dan pelakunya dianggap berdosa karena melanggar kebijakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Tindakan ini juga dianggap bertentangan dengan prinsip dasar syariat Islam yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan diri sendiri dan jamaah haji lainnya.

“PBNU telah mengeluarkan fatwa bahwa melaksanakan ibadah haji tanpa mengikuti regulasi haji resmi dari pemerintah Arab Saudi, meskipun sah, tetap haram.

Ini karena melanggar hak dan wewenang pemerintah yang berdaulat,” ujar Yahya dalam rilis resmi yang diterima pada Jumat, 7 Juni 2024.

Fatwa ini dikeluarkan dengan tujuan untuk memberikan pedoman yang jelas bagi umat Islam di Indonesia agar tidak tergoda melakukan ibadah haji secara nonprosedural.

Fatwa ini juga muncul karena jemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan di Tanah Suci. Beberapa jemaah asal Indonesia tertangkap saat razia dan dideportasi karena tidak mengikuti jalur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Mereka yang tertangkap tidak dapat melanjutkan ibadah hajinya dan pemerintah Indonesia tidak bisa memberikan perlindungan karena mereka tidak mengikuti jalur resmi.

regulasi haji

Yahya menambahkan, “Belakangan ini masih ada beberapa orang yang tetap berangkat tanpa dokumen sah dan tidak terdaftar dalam sistem. Mereka dirazia oleh pihak berwenang Arab Saudi dan kemudian dipulangkan.”

Ia mengingatkan bahwa jemaah haji yang tertangkap saat razia akan menerima sanksi berat. Penanggung jawab perjalanan haji nonprosedural akan dikenai pidana, sementara seluruh orang yang tertangkap akan dilarang masuk Arab Saudi untuk urusan apa pun selama 10 tahun.

Lebih lanjut, jika beberapa tahun kemudian orang yang mendapat sanksi tersebut memperoleh jatah haji sesuai nomor antrean, mereka tetap akan ditolak.

Hal ini tentunya sangat merugikan karena mereka tidak dapat menunaikan rukun Islam kelima meskipun sudah menunggu bertahun-tahun dalam antrean.

Yahya mengakhiri dengan pesan yang jelas kepada seluruh umat Islam di Indonesia. “Ikutilah aturan yang ada. Haji hanya wajib bagi yang mampu, dalam arti mampu secara keseluruhan termasuk izin. Tidak harus dipaksakan atau diupayakan untuk mampu,” katanya.

regulasi tentang haji
Source Image: liputan6.com

Seruan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses ibadah haji berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam serta peraturan yang berlaku.

Dengan adanya imbauan dan fatwa dari PBNU ini, diharapkan umat Islam di Indonesia lebih memahami pentingnya mengikuti regulasi haji resmi dalam pelaksanaan ibadah haji.

Kesadaran ini diharapkan dapat mengurangi praktik haji nonprosedural dan memastikan bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan dengan aman, lancar, sesuai dengan ajaran agama dan tentunya mengikuti regulasi haji resmi.

Juni 6, 2024

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengonfirmasi penangkapan delapan individu yang melanggar peraturan dan instruksi terkait ibadah haji ilegal. Mereka terbukti membawa sekelompok jemaah tanpa izin yang ditangkap oleh pasukan keamanan haji di gerbang masuk Makkah.

Menurut laporan dari kantor berita Saudi, SPA, pada Rabu (5/6/2024), tindakan tersebut mengakibatkan penangkapan tiga penduduk dan lima warga di gerbang masuk Makkah karena membawa 28 jemaah tanpa izin.

Hukuman Haji Ilegal

haji ilegal

Otoritas dari Direktorat Jenderal Paspor kemudian mengambil tindakan administratif dengan menjatuhkan hukuman penjara selama 15 hari dan denda sebesar 10.000 Riyal per jemaah yang diangkut. Selain itu, identitas mereka juga akan diumumkan di media, dan kendaraan yang digunakan untuk membawa jemaah ilegal akan disita sesuai dengan putusan pengadilan.

Bagi mereka yang terlibat dan berstatus ekspatriat, larangan memasuki Arab Saudi akan diberlakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kembali menegaskan pentingnya patuh terhadap semua peraturan dan instruksi terkait ibadah haji demi menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketenangan selama pelaksanaan ibadah.

Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa izin khusus dibutuhkan bagi jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini, sementara pemegang visa ziarah dan sejenisnya tidak diperbolehkan memasuki Makkah selama musim haji.

Pemberlakuan sanksi bagi pelanggar atau pelaku haji ilegal telah dimulai sejak 2 Juni 2024.

Juni 2, 2024

MADINAH – Para jemaah haji khusus Tazkiyah Tour yang berjumlah 208 orang sudah menjalani serangkaian manasik sewaktu masih di tanah air. Pembekalan demi pembekalan diberikan agar pelaksanaan ibadah haji bisa maksimal.

Kegiatan Manasik di Madinah

Namun mengingat istimewanya ibadah ini, manasik akan kembali dilakukan di Madinah, Sabtu, 1 Juni 2024. Usai salat Asar waktu Saudi, para jemaah berkumpul ruang pertemuan di Al Aqeeq Hotel.

manasik
Source Image: Tazkiyah Tour

Para pembimbing ibadah Tazkiyah akan menyegarkan pengetahuan para jemaah mengenai prosesi haji, termasuk wukuf sebagai puncak dan inti dari ibadah haji.

Selain itu, para dokter juga bakal memberikan tips-tips tambahan, termasuk untuk menghadapi cuaca panas di Makkah. Saat ini suhu di Arab Saudi secara umum cukup panas dan suhu di Makkah selalu lebih panas dibandingkan Madinah.

Tim dokter juga tak lupa membekali para jemaah dengan vitamin. Bagaimana pun, kebugaran menjadi salah satu kunci suksesnya ibadah haji. Apalagi saat para jemaah dari seluruh dunia berkumpul di Arafah nantinya.

kegiatan manasik kesehatan haji
Source Image: Tazkiyah Tour

CEO Tazkiyah Tour, Ahmad Yani Fachruddin menuturkan, konsep Holistic Spiritual Journey diterjemahkan dalam tiga kata kunci. Sehat, bahagia, mabrur.

Sehat berarti prima dalam menjalankan semua ritual ibadah haji. Bahagia berarti penuh kegembiraan karena dimampukan oleh Allah untuk berangkat ke tanah suci, termasuk gembira dalam setiap prosesi dan kegiatan. Mabrur berarti ibadah haji diterima oleh Allah, impian seluruh jemaah yang berada di tanah suci.

Maka dari itulah pelayanan kepada jemaah selalu berorientasi kepada tiga hal itu. Pelayanan dilakukan secara holistik, mencakup semua aspek. Mulai tubuh, pikiran, dan jiwa.

Para jemaah haji Tazkiyah dijadwalkan bertolak ke Makkah, Minggu, 2 Juni 2024 dengan lokasi mengambil miqat di Bir Ali. Mereka diperkirakan tiba malam hari, istirahat, lalu menuju Masjidilharam untuk menunaikan ibadah umrah.

Mei 31, 2024

MADINAH – Tazkiyah Tour telah melaksanakan Holistic Spiritual Journey dengan sungguh-sungguh pada musim haji tahun ini, dengan menekankan pentingnya layanan keseharian bagi para jemaah haji khusus.

Tim dokter siaga 24 jam berkeliling ke kamar-kamar jemaah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap prima.

jemaah haji khusus

Aktivitas Para Jemaah Haji Khusus Tazkiyah

Pada hari kedelapan ibadah haji, yakni Jumat, 31 Mei 2024, para jemaah haji khusus mulai memusatkan perhatian pada persiapan menuju Mekkah, sambil melaksanakan salat Arbain atau salat Rawatib 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah.

jamaah haji khusus adalah

Tausiah Persiapan Menuju Makkah

Setelah salat Subuh, sesuai waktu Saudi, jemaah berkumpul di pelataran Masjid Nabawi, khususnya di depan Pintu 326, di mana Dr. KH. Muhammad Amin Sahib, Lc., M.A, salah satu pembimbing ibadah Tazkiyah Tour, memberikan tausiah tentang persiapan ke Makkah, baik secara fisik maupun spiritual.

Para jemaah duduk melingkar di pelataran Nabawi, menikmati kesegaran subuh sebelum kembali ke hotel untuk sarapan.

Ziarah ke Masjid-Masjid Bersejarah

Selain itu, para jemaah haji khusus juga memiliki jadwal untuk melakukan ziarah ke Masjid Gamamah, Masjid Abu Bakar, dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Tim dokter juga semakin intensif memeriksa kesehatan para jemaah.

masjid abu bakar

Salah satu dokter Tazkiyah, dr. Muhammad Rusly, MKes, mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan cuaca panas di Saudi saat ini, dengan mengimbau mereka untuk rajin minum air putih dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik.

Ahmad Yani Fachruddin, CEO Tazkiyah Tour, menjelaskan bahwa tema Holistic Spiritual Journey mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan oleh para jemaah haji khusus.

Ini adalah perjalanan ibadah yang diidamkan oleh umat Muslim di mana pun. “Kami berusaha sebaik mungkin untuk membantu jemaah merawat pikiran, tubuh, dan jiwa mereka selama beribadah, sehingga hati dan pikiran mereka menjadi tenteram di setiap langkah perjalanan,” ujarnya.

Para jemaah haji Tazkiyah Tour dijadwalkan akan berangkat menuju Makkah pada Minggu siang waktu Saudi, 2 Juni 2024.

Mei 31, 2024

MADINAH – Pada hari ke-7 perjalanan haji tazkiyah tour, Kamis, 30 Mei 2024, 208 jemaah haji khusus Tazkiyah masih berada di Madinah.

Mereka sedang menjalankan serangkaian ibadah, terutama salat Arbain di Masjid Nabawi, yakni salat Rawatib selama 40 waktu berturut-turut atau selama 8 hari.

jemaah haji

Hari ini, pagi waktu Saudi atau siang waktu Indonesia, para jemaah melakukan ziarah di sekitar Masjid Nabawi.

Sebelumnya, mereka telah mengunjungi Raudhah, bagian di Masjid Nabawi yang dianggap sebagai taman-taman surga oleh Nabi Muhammad, tempat yang sangat dianjurkan untuk berdoa.

Kondisi Kesehatan Jemaah Haji

Dr. Wachyudi Muchsin, salah satu dokter Tazkiyah, mengonfirmasi bahwa para jemaah dalam keadaan sehat dan prima.

Selama 24 jam, tim dokter telah memberikan layanan medis seperti obat-obatan, vitamin, dan konsultasi kepada para jemaah.

Dokter Koboi, panggilan akrab dr. Wachyudi, menganjurkan para jemaah untuk banyak minum air putih dan beristirahat.

pemeriksaan kesehatan jemaah haji pada masa keberangkatan dilakukan oleh

Penerapan Konsep Holistic Spiritual Journey

Ahmad Yani Fachruddin, CEO Tazkiyah Tour, mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan angkatan ke-22 Tazkiyah mengirimkan jemaah haji.

“Setiap tahun kami mengirimkan jemaah haji, namun dua tahun terakhir, yaitu 2020-2021, kami terpaksa menghentikan kegiatan ini karena pandemi Covid,” katanya.

Pada musim haji tahun ini, Tazkiyah menerapkan konsep perjalanan yang disebut Holistic Spiritual Journey, dengan fokus utama pada kesehatan, kebahagiaan, dan harmoni.

Ahmad Yani menjelaskan bahwa Tazkiyah berkomitmen untuk membantu jemaah dalam merawat aspek pikiran, tubuh, dan jiwa selama perjalanan ibadah. “Kami menyadari bahwa perjalanan haji melibatkan dimensi spiritual, fisik, dan mental,” tambahnya.

Dengan bimbingan spiritual, kegiatan kebugaran, dan perawatan kesehatan, Ahmad Yani Fachruddin selalu CEO Tazkiyah Tour yakin bahwa ini akan meningkatkan kekuatan spiritual dan ketenangan sejati bagi semua jemaah selama perjalanan.

“Ketenangan ini diharapkan juga akan membawa manfaat saat kembali ke tanah air, menjadi sumber energi dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan,” lanjutnya.

jemaah haji indonesia

Ahmad Yani juga merasa sangat bersyukur dapat mendampingi jemaah haji tahun ini setelah beberapa tahun absen. “Saya sangat bahagia bisa menemani angkatan ke-22 ini, terutama setelah 14 tahun absen dari perjalanan haji.

Ada kerinduan yang mendalam untuk kembali berada di Padang Arafah, bersama jutaan umat muslim dari seluruh dunia,” tandas Ahmad Yani.