Tabungan Haji merupakan salah satu solusi cerdas bagi anda yang ingin berangkat ke tanah suci atau bagi anda yang ingin mendaftar Haji namun dananya belum cukup. Hal ini sudah dibuktikan oleh Ibu Kasmawati seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kec. Barombong Kab. Gowa Sulawesi Selatan.
Ibu Kasmawati menceritakan bahwa niat untuk berangkat ke tanah suci bersama keluarga (suami) sudah muncul ketika ia pertama kali membina rumah tangga 20 tahun yang lalu. Meksipun beliau hanya seorang ibu rumah tangga namun niat beliau ke tanah suci tidak pernah surut.
Niat ke tanah suci di mulai dengan membuka tabungan haji, beliau berusaha menyisihkan uang belanja yang diberikan oleh suami. Dan Alhamdulillah 18 tahun kemudian tepatnya pada tahun 2019, Baca Selengkapnya
Pada awalnya, mimbar Rasulullah SAW sangatlah sederhana. Tempat ini merupakan lokasi di mana Rasulullah SAW menyampaikan khutbah kepada para sahabat dan umat Islam pada zaman itu.
Artikel ini akan membahas sejarah mimbar Rasulullah SAW, bentuk awalnya, serta kondisi mimbar Masjid Nabawi saat ini.
Sejarah Mimbar Rasulullah
Source image: apakabar.news
Mimbar Rasulullah SAW bermula dari sebuah gundukan tanah sederhana yang dijadikan tempat duduk oleh Rasulullah SAW.
Gundukan ini memungkinkan beliau untuk melihat dan mengenali semua sahabat yang hadir serta mengetahui kehadiran orang asing ketika beliau sedang menyampaikan khutbah.
Kisah ini berawal ketika suatu hari, saat Rasulullah SAW sedang duduk bersama sahabat di Masjid Nabawi, datang seorang asing yang tidak dikenal.
Para sahabat meminta izin untuk membuatkan tempat duduk yang lebih tinggi agar Rasulullah SAW dapat melihat orang tersebut dengan lebih jelas.
Gundukan tanah tersebut akhirnya menjadi tempat di mana Rasulullah SAW berdiri dan menyampaikan khutbah.
Para sahabat kemudian membuatkan Rasulullah SAW sebuah mimbar sederhana dari batang pohon kurma. Mimbar ini berfungsi sebagai sandaran ketika Rasulullah SAW merasa lelah berdiri.
Beliau menggunakan mimbar tersebut selama sekitar delapan tahun sebelum akhirnya menggunakan mimbar yang lebih permanen.
Cerita Sedih tentang Batang Kurma
Ada sebuah kisah sedih yang mengharukan mengenai batang kurma yang digunakan Rasulullah SAW sebagai sandaran.
Ketika Rasulullah SAW pertama kali menggunakan mimbar baru, terdengar suara rintihan mirip tangisan anak kecil dari batang kurma tersebut. Suara ini tidak hanya terdengar di dalam Masjid Nabawi, tetapi juga di luar masjid.
Foto : Mimbar Rasulullah
Setelah ditelusuri, ternyata suara tersebut berasal dari batang kurma yang merasa kehilangan karena tidak lagi digunakan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW kemudian turun dan memeluk batang kurma tersebut, menenangkannya hingga suara tangisan berhenti. Beliau bersabda, “Ia menangis karena kehilangan dzikir-dzikir yang biasa disebut di atasnya” (Hadis Riwayat Bukhari).
Kisah ini menggambarkan betapa dalamnya cinta pohon kurma terhadap Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya dirasakan oleh para sahabat, keluarga, atau umat Islam pada masa itu, tetapi juga oleh alam sekitar.
Bentuk Mimbar Rasulullah SAW
Pada masa itu, mimbar Rasulullah SAW memiliki dimensi sebagai berikut:
Tinggi mimbar: 125 cm (dua hasta, satu jengkal, tiga jari).
Tinggi anak tangga: 18-25 cm (satu jengkal, atau sepertiga hasta).
Lebar anak tangga: 18-25 cm (satu jengkal).
Lebar mimbar: 50 cm (satu hasta).
Panjang mimbar: 50 cm (satu hasta).
Tinggi bulatan bagian depan mimbar: 25 cm (satu jengkal lebih).
Sandaran mimbar: Terdiri dari tiga tiang.
Mimbar Rasulullah di Masjid Nabawi
Saat ini, mimbar Masjid Nabawi terletak di Raudhah, sebuah area suci dalam masjid yang memiliki keutamaan tertentu. Jarak antara mimbar dan rumah Nabi SAW sekitar 53 hasta, atau sekitar 26,5 meter. Raudhah ditandai dengan karpet hijau.
Mimbar yang ada saat ini bukanlah mimbar yang digunakan oleh Rasulullah SAW, melainkan mimbar yang dibangun oleh Sultan Murad Bin Saleem dari Kekhalifaan Utsmani pada tahun 997 H.
Mimbar Rasulullah di Raudhah
Mimbar ini terbuat dari marmer mahal dengan dekorasi emas dan dilengkapi dengan sebuah kubah di atasnya. Total anak tangga berjumlah 12, sembilan di dalam pintu dan tiga di luar pintu.
source image: kompas
Fasad mimbar ini memiliki dua prasasti kaligrafi: yang paling atas adalah Syahadat (الشهادة) dan yang kedua adalah prasasti peresmian mimbar oleh Sultan Murad.
Penutup
Semoga artikel ini menambah pemahaman kita tentang sejarah mimbar Rasulullah SAW dan memperdalam kecintaan kita kepada beliau. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah.
Bagi Anda calon jemaah haji dan umroh yang ingin melihat langsung mimbar yang penuh sejarah ini bisa langsung berkunjung ke mekkah dan madinah, dengan menggunakan tour and travel umroh Tazkiyah Tour, hubungi kami sekarang dan booking tempat Anda untuk pengalaman ibadah yang lengkap dengan fasilitas premium dan terjamin.
Masjid Al Ijabah merupakan salah satu Masjid yang sering dikunjungi oleh Jemaah Umrah atau Jemaah Haji. Masjid ini salah satu saksi bisu perjuangan Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah, dan menjadi saksi kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya.
Masjid Al Ijabah terletak di Jalan Malik Faisal, atau disebelah utara pemakaman Baqi. Jarak dari Masjid Nabawi setelah perluasan hanya sekitar 580 meter.
Apabila dibandingkan dengan Masjid Nabawi yang begitu megah dan besar, masjid ini sangatlah bersahaja dan tidak sebesar Masjid Nabawi. Luas Masjid Ijabah hanya sekitar 1.000 meter persegi. Masjid ini terbagi dua, yakni untuk jamaah wanita dan laki-laki. Untuk jamaah wanita, area yang disediakan seluas 100 meter persegi. Sisanya dipergunakan untuk jamaah laki-laki. Pada bagian depan masjid terdapat kubah setinggi 11,7 meter dan berdiameter 9,5 meter, dilengkapi menara setinggi 33,75 meter.
Membayar Dam atau denda adalah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Jemaah haji atau Jemaah umrah karena sebab tertentu, seperti mengerjakan sesuatu yang dilarang atau meninggalkan sesuatu yang diwajibkan, atau karena Jemaah haji memilih haji tamattu atau haji qiran, atau melanggar larangan – larangan Ihram.
Tulisan ini akan membahas macam – macam Dam Haji dan cara bayar Dam Haji yang aman.
Salah satu tujuan utama para jamaah yang mengunjungi Masjidil Haram adalah untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Di sekitar Masjidil Haram, terdapat beberapa tempat mustajab berdoa, di mana doa-doa yang dipanjatkan dipercaya lebih mudah diijabah oleh Allah SWT.
Artikel ini akan mengulas lima tempat istimewa tersebut yang menjadi lokasi tempat mustajab berdoa di Mekkah.
Tempat Mustajab Berdoa di Mekkah
1. Multazam
Multazam adalah bagian dinding Ka’bah yang terletak di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini merupakan salah satu tempat mustajab berdoa yang paling istimewa, di mana doa-doa jamaah sering diijabah oleh Allah SWT.
Dalam sebuah hadis, Abdullah bin Umar meriwayatkan bagaimana Rasulullah SAW berdiri di Multazam, merapatkan dada, wajah, siku, dan telapak tangan ke dinding Ka’bah saat berdoa.
source image detikcom
Doa yang dipanjatkan di sini bisa berupa permohonan apapun, namun disunnahkan untuk meminta perlindungan dari siksa api neraka. Multazam menjadi tempat yang sangat dirindukan oleh para peziarah karena keistimewaannya sebagai tempat mustajab berdoa yang penuh rahmat.
2. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah batu tempat Nabi Ibrahim AS berdiri saat membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS. Bukan hanya sejarahnya yang membuatnya istimewa, tetapi Maqam Ibrahim juga menjadi tempat mustajab berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Beliau bersabda bahwa siapa yang shalat dan berdoa di belakang Maqam Ibrahim, doanya akan dikabulkan. Tempat ini terletak di dekat Ka’bah dan sering menjadi tujuan bagi mereka yang ingin memohon kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
3. Hijr Ismail
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sebelah utara Ka’bah, dan dianggap sebagai bagian dari Ka’bah. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat mustajab berdoa, di mana jamaah rela berdesak-desakan untuk bisa masuk dan berdoa di dalamnya.
source image : detikcom
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyuruh Sayyidah Aisyah untuk shalat di Hijr Ismail, yang berarti berdoa di tempat ini seolah-olah sama dengan berdoa di dalam Ka’bah. Keberkahan yang luar biasa menjadikan Hijr Ismail salah satu lokasi yang paling diminati oleh para jamaah haji dan umrah.
4. Rukun Yamani
Rukun Yamani adalah sudut Ka’bah yang menghadap ke Yaman. Menyentuh Rukun Yamani saat thawaf adalah sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tempat ini juga diyakini sebagai tempat mustajab berdoa, di mana menyentuhnya dapat menghapuskan dosa-dosa.
Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, jamaah dianjurkan untuk membaca doa khusus, yakni doa yang memohon kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka. Keistimewaan Rukun Yamani terletak pada kemuliaannya dalam membantu jamaah mendapatkan pengampunan.
5. Bukit Shafa dan Marwah
Bukit Shafa dan Marwah adalah dua bukit yang terletak di dalam Masjidil Haram, Mekkah, dan merupakan bagian dari ibadah sa’i yang wajib dilakukan oleh jamaah haji maupun umrah.
source image : kompas
Ibadah sa’i ini melibatkan berjalan atau berlari kecil bolak-balik antara kedua bukit tersebut sebanyak tujuh kali. Rangkaian sa’i ini meneladani perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang berlari antara Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi putranya, Nabi Ismail.
Selain menjadi bagian penting dari ritual ibadah, Bukit Shafa dan Marwah juga dikenal sebagai tempat mustajab berdoa. Di puncak Bukit Shafa, Rasulullah SAW pernah berdiri, memandang Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali.
Setelah itu, beliau memanjatkan doa sesuai keinginannya. Doa-doa yang dipanjatkan di tempat ini diyakini memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT.
Kesimpulan
Demikianlah beberapa tempat mustajab berdoa yang jamaah sering kunjungi disekitar Masjid Haram. Namun doa yang diterima adalah doa yang dipanjatkan dengan sungguh – sungguh ikhlas karena Allah serta dengan keyakinan dan bebas dari sifat syirik.
Tempat – tempat tersebut sangatlah padat ketika musim haji atau umrah, sehingga apabila tidak memungkinkan jangan dipaksakan apalagi bila harus menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Semoga kita semua diberikan nikmat oleh Allah SWT untuk berkunjung ke tanah suci mekkah dan berdoa ditempat tersebut, Aamiin