fbpx
Hi, How Can We Help You?

Arsip Tag: haji Khusus

July 25, 2020
July 25, 2020

MAKASSAR – Tidak ada pengiriman jemaah haji tahun ini dari Indonesia. Pandemi Covid-19 juga membuat pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan seribuan orang menjalani ritual haji. Tetapi, umat Islam di seluruh dunia tak boleh kehilangan aura haji.

Makanya, PT Tazkiyah Global Mandiri (Tazkiyah Tour) berinisiatif menggelar napak tilas haji. Suasana pelaksanaan haji di Saudi coba dibawa secara virtual. Baca Lebih Lanjut

July 9, 2020

Kalau yang ini tidak jualan bubur, melainkan cendol. Tetapi perjuangannya tidak kalah heroik. Menguras air mata.

USAHANYA dimulai pertengahan 1990-an. Melihat peluang dari keluhan haus orang-orang di Pasar Limbung, Gowa, jika matahari sudah meninggi dan belum waktunya pulang.

Saharia Daeng Ngasseng sudah tidak begitu muda kala itu. Usianya 37 saat mulai memikul jualannya ke pasar. Sekadar untuk membantu suami mencari nafkah. Itu pun hanya tiga kali sepekan, mengikut jadwal pasar.

Semua berjalan baik. Daeng Asseng (dia lebih sering disapa begitu) selalu punya kas untuk menyalakan kompor dan memasak untuk makan keluarganya. Apalagi setelah dia juga buka lapak di depan kantor BRI Limbung. Tempat yang memungkinkannya berjualan setiap hari dengan waktu yang lebih panjang. Baca Lebih Lanjut

June 28, 2020
June 28, 2020

MAKASSAR – Tidak ada jemaah haji asal Indonesia tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat banyak hal menjadi terbatas. Tetapi, kerja tim PT Tazkiyah Global Mandiri tak berhenti. Malah semakin sibuk.

Minggu, 28 Juni 2020, manasik haji perdana digelar. Ini merupakan awal menuju 40 seri manasik yang disiapkan untuk musim haji tahun depan.

Dua pembimbing utama Tazkiyah, Dr H Salahuddin Ayyub Fachruddin, Lc, MA dan H Herman Suparman membawakan materi manasik via Zoom. Tayang juga lewat siaran langsung di halaman Facebook dan channel YouTube resmi Tazkiyah.

Baca Lebih Lanjut

June 4, 2020

Anda sedang berada di lanjutan kisah sebuah keluarga Bugis dan cara pandangnya soal ibadah haji. Pada seri kedua ini kita disuguhi keajaiban-keajaiban yang mereka alami sebelum dan sepulang berhaji.

***

TIDAK pernah terbayangkan bagi Irmayanti menikah, hanya dua bulan setelah balik dari tanah suci kala itu, 2001. Awalnya dia menduga masih akan cukup lama berada di Pinrang, tinggal bersama orang tua. Tetapi memang jodoh di tangan Tuhan dan skenarionya tak pernah salah.

Satu keluarga besar datang melamarnya. Sebagian sudah dia kenal sebab menjadi teman sekamarnya saat berhaji. Puluhan hari mereka bersama di Madinah, Mekah, dan puncaknya di Arafah. Saling bantu dan menguatkan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima. Baca Lebih Lanjut