Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Blog

Februari 28, 2022

Arab Saudi telah mencatat 632 kasus baru COVID 19 dan dua kematian terkait virus dalam 24 jam terakhir, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Kerajaan pada tanggal 27 februari 2022, dikutip dari Alarabiya News.

Berarti dengan penambahan kasus baru tersebut, tercatat jumlah kasus covid-19 di Arab Saudi sebanyak 744.374 kasus dan tercatat jumlah kasus kematian sebanyak 8.996 kematian sejak awal pandemi. Baca Selengkapnya

Februari 28, 2022

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah telah memperbolehkan anak – anak di bawah 7 tahun untuk memasuki dua masjid suci yaitu Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada hari jum’at tanggal 25 februari 2022 waktu Arab Saudi. Baca Selengkapnya

Februari 28, 2022

Daftar Haji atau umroh dulu? Pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang netizen kepada PT. Tazkiyah Global Mandiri melalui akun media sosial PT. Tazkiyah Global Mandiri.

  1. Adnan Syahruddin, S.Pd.I., MPA, Managing Direktur PT. Tazkiyah Global Mandiri, mengatakan ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan oleh Jemaah sebelum mengambil keputusan apakah daftar haji dulu atau umroh dulu, atau apakah umrah dulu baru kemudian daftar haji.

Daftar Haji atau Umroh Dulu? Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan oleh Jemaah adalah sebagai berikut:

Baca Selengkapnya

Februari 27, 2022

Pindah Travel atau pindah PIHK yang biasa juga disebut dengan istilah pindah PIN adalah proses perpindahan Jemaah haji khusus dari satu travel/PIHK ke travel/PIHK yang lain. Dengan catatan Jemaah haji yang melakukan perpindahan travel adalah Jemaah yang terdaftar di PIHK (Pelaksanan Ibadah Haji Khusus) yang resmi dan sudah mempunyai bukti nomor porsi.

Pindah Travel atau Pindah PIHK hanya bisa dilakukan 1 (satu) kali. PIHK asal tidak boleh menghalangi Jemaah yang ingin melakukan perpindahan selama alasan pindah travel sesuai dengan Peraturan Menteri Agama. Proses perpindahan dari satu PIHK ke PIHK yang lain tidak dipungut biaya. Baca Selengkapnya

Februari 27, 2022

Gunung Uhud atau Jabal Uhud bukanlah gunung biasa. Gunung ini merupakan gunung yang paling besar di kawasan Madinah.

Tak seperti umumnya gunung di Madinah, Jabal Uhud merupakan gunung yang tunggal dan tidak berdampingan dengan gunung lain disekitarnya.

Sehingga, penduduk menamakan gunung tersebut dengan Jabal Uhud yang artinya ‘gunung atau bukit menyendiri.

Gunung ini sarat akan nilai dan makna spiritual. Selain itu Gunung ini juga merupakan saksi sejarah akan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan dan mempertahankan agama Islam di Kota Suci Madinah.

Simak ulasan lengkap tentang Gunung ini yang menjadi saksi sejarah dalam islam berikut ini.

Jabal Uhud Berada di Kota Apa?

Gunung atau jabal Uhud terletak di sebelah utara Kota Madinah. Jarak antara uhud dan kota Madinah sekitar 5 Kilometer. Setiap Jemaah haji atau umrah sudah bisa melihat gunung ini disekitar Masjid Nabawi.

Gunung ini memiliki tinggi sekitar 1.050 meter, panjangnya sekitar sekitar 7 kilometer dan terdiri batu-batuan granit, marmer merah dan batu-batu mulia lainnya.

Kisah Gunung Uhud yang Mencintai Nabi Muhammad SAW

Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik dinyatakan bahwa suatu waktu Rasulullah SAW menaiki gunung ini bersama dengan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Ketika sudah sampai di atas, tiba-tiba gunung ini bergetar dan bergoyang.

Rasulullah SAW kemudian menghenttakkan kakinya sambil berkata “Diamlah wahai Uhud, bukanlah siapa – siapa kecuali seorang Nabi dan bergelar dapat dipercaya serta kedua pejuang Syuhada”.

Dalam Riwayat yang lain diceritakan bahwa Rasulullah SAW memandang gunung Uhud kemudian bersabda: “Sesungguhnya Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita pun mencintainya.”

gunung uhud
Foto : jemaah umrah tazkiyah

2 Keistimewaan Gunung Uhud

Jabal Uhud ini memiliki keistimewaan tersendiri. Gunung ini merupakan salah satu gunung yang kelak akan ada di syurga.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. “Jika kita hendak melihat gunung yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Gunung Uhud serta melihat salah satu bukit yang terdapat di syurga”.

1. Perang Uhud

Salah satu peristiwa atau sejarah yang paling monumental di Madinah adalah perang uhud yang terjadi lembah uhud.

Perang uhud terjadi pada bulan Syawal tepatnya 15 Syawal tahun ke 3 Hijriyah. Perang uhud dilatar belakangi oleh keinginan kaum kafir untuk balas dendam atas kekalahan mereka di Perang Badar.

Jumlah kaum muslim pada saat itu sekitar 700 orang sementara jumlah pasukan kaum musyrik sebanyak 3.000 orang.

Dikutip dari Buku Ensiklopedia Islam, dikisahkan bahwa setelah mendengarkan kabar bahwa kaum kafir akan menyerbu balas Kota Madinah sebagai aksi balas dendam atas kekalahan mereka di perang badar, Rasulullah SAW mengadakan rapat dengan para sahabatnya membahas strategi perang.

Akhirnya disepakatilah untuk menyambut pasukan musyrik diluar Madinah, dan dipilihalah Uhud sebagai benteng pertahanan pasukan muslim.

Sebagai ahli strategi, Rasulullah SAW menempatkan 50 orang pasukan pemanah di Jabal Rumat (gunung pemanah) yang dipimpin oleh ‘Abdullah bin Zubair Al- Anshari’.

Rasulullah SAW memberikan perintah khusus kepada pasukan pemanah dengan bersabda “Jika kamu melihat kami memperoleh kemenangan jangan sekali-kali turun dan jika kamu melihat kami dibunuh, jangan turun untuk menolong kami. Jangan tinggalkan posisi kalian meski kalian melihat tentara Islam dipatuk oleh burung – burung”.

Rasulullah SAW juga memerintahkan mereka untuk membidikkan anak panahnya ke arah pasukan kuda kaum Musyrik.

Karena strategi ini pasukan muslim berhasil memukul mundur pasukan berkuda kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh ‘Khalid bin Walid’ dan ‘Ikrimah bin Abu Jahal.

Melihat kaum musyrik mundur, pasukan pemanah turun meninggalkan tempat mereka karena tergoda untuk mengumpulkan harta rampasan perang.

Yang tetap tinggal diposisinya karena mengingat pesan Rasulullah SAW hanya sekitar 10 orang salah satunya adalah ‘Abdullah Bin Zubair’.

Melihat hal ini, Khalid bin Walid (yang saat itu belum memeluk agama Islam) memerintahkan kembali pasukan musyrik untuk menyerbu pasukan pemanah dan berhasil membunuh semua pasukan pemanah.

Pasukan musyrik berhasil mendesak pasukan Islam sehingga sebagian pasukan Islam ada yang memilih menyerah dan ada yang memilih lari meninggalkan Rasulullah SAW.

Hal tersebut tidak menurunkan semangat Rasulullah SAW, beliau dengan gigih terus berteriak dan mengarahkan pasukan Islam yang masih bertahan.

Pasukan Quraisy berhasil melukai Rasulullah SAW. Rasulullah terkena anak panah, gigi depan dan bibir beliau terluka.

Darah bercucuran di muka Rasulullah SAW yang menyebabkan padangangan beliau kabur dan terjatuh dan menyebabkan luka di bagian lutut.

Sekitar 11 sahabat anshar melindungi Rasulullah dari kepungan pasukan musyrik dengan mengorbankan nyawa mereka. Pasukan muslim semakin banyak yang gugur. Namun hal tersebut tidak membuat Rasulullah SAW menyerah.

Rasulullah SAW terus berjuang dan mengumpulkan sahabat dan pasukan yang tersisa. Rasulullah memberi arahan untuk mencari tempat perlindungan yang tinggi di atas Gunung ini. Tempat perlindungan ini disebut dengan sebutan ‘Al-Maharis’ oleh Penduduk Madinah.

Tempat perlindungan ini memberikan perlindungan tentara Islam dari tiga arah. Pasukan Islam pun mampu melindungi Rasulullah SAW dan mempertahankan diri dari musuh. Dan akhinrya mampu memukul mundur pasukan musyrik.

2. Makam Syuhada Uhud

Gunung uhud adalah tempat makam syuhada uhud, sebanyak 70 pasukan muslim gugur sebagai syuhada. Salah satunya adalah ‘Hamzah bin Abdul Muttalib’ paman Nabi Muhammad SAW.

Hamzah bin Abdul Muttalib dibunuh oleh ‘Wahsyi Alhabsyi’ yang dibayar oleh ‘Hindun binti Utbah’. Hindun sangat dendam kepada Hamzah bin Abdul Muttalib karena Hamzah membunuh ayahnya di Perang badar.

Para syuhada yang gugur termasuk paman Nabi Muhammad SAW dimakamkan di dekat lokasi perang di Uhud yang dikenal dengan ‘Makam Syuhada Uhud’.

Sebelum dimakamkan para syuhada ini dishalatkan satu persatu. Adapun Hamzah bin Abdul Muttalib dishalatkan sebanyak 70 kali (dikutip dari republika).

Lokasi pemakaman syuhada perang uhud sangat sederahana dan dikelilingi pagar setinggi 1.75 meter. Tidak terdapat batu nisan atau tanda – tanda khusus dalam areal pemakaman. Hanya ada tanda berupa batu – batu disekeliling areal pemakaman.

Rasulullah SAW selalu setiap tahun mengunjungi dan mendoakan para syuhada perang uhud. Dan sampai sekarang makam syuhada uhud ini sangat ramai oleh pengunjung khususnya jamaah haji atau jamaah umrah.

Demikianlah sejarah dan keistimewaan gunung ini, serta kisah pilu peperangan uhud. Semoga hal ini dapat menambah cinta kita kepada Rasulullah SAW.