Hi, How Can We Help You?
  • Makassar 90231, Sulawesi Selatan, Indonesia
  • Email: tazkiyahmandiri@gmail.com

Category Archives: Haji – Umroh

Mei 8, 2024

Dalam setiap langkah kecil menuju tanah suci, ada sebuah persiapan yang tak kalah penting yaitu Manasik Haji.

Lembaran ini merupakan panduan yang dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan ibadah haji, serta mengenalkan setiap aspek yang terkait dengan perjalanan suci ini.

Manasik haji bukanlah sekadar serangkaian instruksi teknis, tetapi merupakan perjalanan yang membawa kita mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Melalui proses Manasik Haji, calon jamaah haji akan dipandu untuk memahami setiap rukun, syarat, dan tata cara ibadah haji dengan lebih baik, sehingga mereka siap melangkah dengan keyakinan yang teguh dan hati yang khusyuk.

Apa Itu Manasik Haji?

Manasik Haji adalah simulasi dari pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan.

Selama pelatihan ini, calon jamaah haji akan dipersiapkan tentang tata cara menjalankan ibadah haji, termasuk rukun-rukunnya, persyaratan yang harus dipenuhi, kewajiban, sunnah, dan larangan-larangan yang berlaku selama ibadah haji.

Selain itu, mereka akan diajarkan cara melakukan tawaf, sa’i, wukuf, melempar jumrah, dan berbagai prosesi ibadah lainnya, dengan suasana yang menyerupai keadaan di tanah suci.

Pelatihan manasik haji juga memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon jamaah haji mengenai tujuan utama perjalanan mereka ke tanah suci.

Ini sangat penting karena setelah menjalani pelatihan manasik haji, mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diharapkan selama ibadah haji nantinya.

Selain itu, mereka juga akan mempelajari tentang budaya, bahasa, dan kondisi alam di Arab Saudi, yang akan membantu mereka dalam menyesuaikan diri saat berada di tanah suci.

manasik haji
Source Image: NU Online

Tujuan Manasik Haji

Tujuan utama dari manasik haji adalah untuk mempersiapkan calon jamaah haji agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar, khusyuk, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Adapun tujuan-tujuan lebih rinci dari manasik haji adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pemahaman yang mendalam tentang rukun, wajib, dan sunnah haji. Manasik haji bertujuan untuk menjelaskan kepada calon jamaah haji tentang rukun-rukun haji yang harus dipenuhi, kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan, serta amalan-amalan sunnah yang dianjurkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Pemahaman ini sangat penting agar ibadah haji dapat dilakukan dengan sempurna.
  2. Mengajarkan tata cara dan praktik pelaksanaan ibadah haji. Selain memberikan pengetahuan teoritis, manasik haji juga bertujuan untuk mengajarkan secara praktis bagaimana melaksanakan rangkaian ibadah haji, seperti tata cara berpakaian ihram, tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, melontar jumrah, dan lain-lain. Praktik ini penting agar calon jamaah haji terbiasa dengan tata cara yang benar sebelum melaksanakannya di Tanah Suci.
  3. Mempersiapkan mental dan spiritual jamaah haji. Ibadah haji bukan hanya sekadar ritual fisik, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental dan spiritual yang matang. Manasik haji bertujuan untuk mempersiapkan calon jamaah haji secara mental dan spiritual, agar mereka dapat menjalani ibadah haji dengan khusyuk, sabar, dan ikhlas.
  4. Menanamkan niat dan tujuan yang benar dalam melaksanakan ibadah haji. Manasik haji juga bertujuan untuk menanamkan niat dan tujuan yang benar dalam diri calon jamaah haji, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya. Hal ini penting agar ibadah haji yang dilakukan menjadi ibadah yang mabrur dan diterima oleh Allah SWT.
  5. Memberikan informasi tentang tata cara perjalanan, akomodasi, dan lain-lain. Selain aspek ibadah, manasik haji juga memberikan informasi penting tentang tata cara perjalanan, akomodasi, fasilitas, dan hal-hal teknis lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Informasi ini penting agar calon jamaah haji dapat melakukan persiapan dengan lebih baik.

Dengan demikian, manasik haji memiliki tujuan yang sangat penting dalam mempersiapkan calon jamaah haji, baik dari segi pengetahuan, praktik, mental, maupun aspek teknis lainnya.

Tata Cara Manasik Haji dan Bacaannya

Tata cara manasik haji dan bacaan-bacaannya adalah sebagai berikut:

Niat Ihram

  • Membaca niat ihram sebelum memasuki miqat
  • Bacaan niat: “Labbaik Allahumma bi hajjin (untuk haji), atau bi’umratin (untuk umrah)”

Memasuki Miqat

  • Miqat adalah batasan wilayah di mana jamaah harus mengenakan pakaian ihram
  • Membaca talbiyah saat memasuki miqat: “Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka walmulk, laa syariika lak”

Tawaf

  • Melakukan tawaf di Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran
  • Sebelum melakukan tawaf, jemaah haji maupun umrah perlu membaca bacaan niat tawaf berikut ini:اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ طَوَافَ بَيْتِكَ الْمُعَظَّمِ سَبْعَةَ أَشْوَاطٍ فَاسِرُوا لِي وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُArab Latin: Allaahumma Inni Nawaitu Thawaafa Baitikal Mu’azhzhami Sab’ata Asyawaathin Fassiru Lii Wa Taqabbalhu Minnii Bismillaahi Allahu Akbaru Allahu Akbaru Wa Lillaahil Hamdu
tujuan manasik haji
Source Image: detik.com

Sa’i

  • Melakukan sa’i dengan berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali
  • Niat melaksanakan sa’i ibadah hajiأَبْدَأُ بِمَا بَعْدَ اللَّهِ بِهِ وَرَسُولُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا. وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌAbda ubimaa ba’da Allahu bihi Warasuulluh. Innasshafaa wa marwata min sya’aairillaah faman hajjal baita awi’tamara fallaa junaaha ‘alaihi ansyathawwa fabi himaa wamantathawwa ‘akhairan fa innallaha syaakirun ‘aliim.Artinya: “Aku memulai apa yang sudah dimulai oleh Allah dan oleh Rasul. Sesungguhnya bukit Shafa dan bukit Marwah sebagian dari tanda kebesaran Allah.”

    “Barang siapa yang pergi haji ke rumah Allah atau umrah maka tidak ada dosa bagi yang mengerjakan sa’i di antara keduanya.”

Wukuf di Arafah

  • Berada di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah
  • Doa Wukuf di Arafah Sesuai Hadis Rasulullah
    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌLaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiirArtinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nya-lah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Ahmad & Tirmidzi, dari Kakek Amir bin Syu’aib)

Melontar Jumrah

  • Melontar jumrah di Mina pada hari Tasyrik (10, 11, 12 Dzulhijjah)
  • Berikut bacaan doa melontar jumroh menurut Imam Ghazali tersebut:‎بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًاBismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.

Mabit di Mina

  • Bermalam di Mina pada malam-malam Tasyrik
  • اللَّهُمَّ هَذَا مِنيَ فَامْنُنْ عَلَيَّ بِمَا مَنَنْتَ بِهِ عَلَى أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ
    Allahumma haadzaa minaa famnun ‘alayya bimaa mananta bihi ‘ala awliyaa-ika wa ahli tha’atikaArtinya: “Ya Allah, aku sudah sampai di Mina, anugerahkanlah kepadaku dengan apa yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dengan apa yang telah Engkau anugerahkan kepada para kekasih-Mu dan orang-orang yang taa kepada perintah-Mu.”

Tawaf Wada’

  • Melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah
  • Doa Setelah Tawaf Wadaاللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وَأَعْمالٍ سَيِّئَةٍ، وَهَذَا مَقَامُ العَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَاغْفِرْ لِي إِنَّكَ أَنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُLatin: Allahumma anaa ‘abduka wabnu ‘abdika ataituka bidzunuubin katsiiratin wa-a’maalin sayyi-atin, wa hadzaa maqaamul ‘aa-idzi bika minan naar, faghfirlii innaka antal ghafuurur rahiimuArtinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, aku datang dengan membawa dosa yang banyak dan amal-amal yang buruk. Ini adalah tempat untuk memohon perlindungan kepada-Mu dari neraka, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam setiap rangkaian manasik haji, terdapat bacaan-bacaan khusus yang dibaca oleh jamaah, seperti niat, talbiyah, doa-doa, dzikir, tahlil, tasbih, dan ayat-ayat Al-Quran.

Bacaan-bacaan ini penting untuk dihafalkan dan diucapkan dengan khusyuk agar ibadah haji menjadi sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Selain itu, jamaah haji juga perlu memperhatikan hal-hal seperti berpakaian ihram dengan benar, menjaga kesucian diri, dan menghindari hal-hal yang dilarang selama ihram.

Dengan mengikuti tata cara manasik haji dan bacaan-bacaannya dengan benar, insya Allah ibadah haji akan menjadi mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

Metode Bimbingan Manasik Haji

Metode Ceramah

Metode ceramah adalah pendekatan pembelajaran massal yang mengedepankan pemaparan materi secara lisan oleh pembiimbing di hadapan peserta pelatihan.

Dalam proses ceramah, penggunaan alat bantu seperti proyektor dan film slide dapat meningkatkan efektivitas penyampaian informasi.

Jenis, tempat dan proses pembelajaran secara metode pembelajaran akan menentukan pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif. Metode ceramah ini dapat digunakan apabila:

a. Pesertanya berjumlah banyak

b. Bermaksud menyampaikan dan memaparkan materi yang telah tersedia dan telah dipersiapkan sebelumnya

c. Digunakan apabila metode lain tidak mungkin dilakukan mengingat materi dan peserta yang banyak.

Metode Tutorial

Metode tutorial adalah bimbingan dan bantuan belajar yang menekankan interaksi antara pembimbing atau peserta untuk menciptakan pembelajaran yang dinamis dan demokratis.

Tutor berperan sebagai teman belajar yang memberikan bimbingan, bukan sebagai guru tradisional.

Topiknya dipilih untuk menantang pemikiran dan memicu diskusi, dengan fokus pada pelaksanaan ibadah haji dan umrah, serta memanfaatkan bimbingan dari buku-buku manasik haji,yaitu:

a.Pendahuluan skenario

b.Kegiatan ini yaitu Tanya jawab untuk menggali pendapat peserta diskusi, simulasi dan kerja kelompok

c.Penutup, menyimpulkan pokok-pokok masalah.

Metode Simulasi

Metode simulasi digunakan ketika situasi sebenarnya tidak dapat direplikasi. Sebagai gantinya, diciptakanlah situasi tiruan yang menyerupai keadaan aslinya.

Peserta akan berada dalam situasi tersebut dengan harapan memahami lebih baik sehingga nantinya, saat berada dalam situasi nyata, calon haji dapat menjalankan ibadah dengan baik.

tata cara manasik haji dan bacaannya
Source Image: Kemenag Aceh

Ada beberapa alasan penggunaan metode simulasi:

a. Teknik ini meningkatkan motivasi peserta dalam pembelajaran,

b. Memberi kesempatan untuk mempelajari masalah secara sistemik,

c. Menyajikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan tertentu dalam konteks yang disimulasikan atau nyata,

d.Melibatkan peserta dalam pengambilan keputusan dan serangkaian kegiatan.

Metode Bermain Peran

Metode bermain peran adalah pembelajaran di mana seseorang memerankan suatu karakter tertentu sehingga bertindak dan berbicara sesuai dengan peran tersebut.

Contohnya, seorang calon haji bisa memerankan dirinya sedang melakukan thawaf, sa’i, atau melempar jumroh. Bermain peran mirip dengan simulasi karena meniru perilaku orang yang diperankan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepekaan, dan pemahaman terhadap berbagai masalah yang mungkin dihadapi dalam manasik haji di Arab Saudi.

Metode Study Kasus

Study kasus tidak hanya tentang menyelesaikan masalah secara cepat, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan dalam menerapkan konsep dan teknik pemecahan masalah serta membuat keputusan yang mungkin muncul selama perjalanan haji.

Pemecahan masalah dalam study kasus ini lebih menekankan pada logika yang digunakan dalam mencari solusi, seperti menghadapi situasi di pesawat terbang, kehilangan barang, jemaah yang sakit atau meninggal, atau kebakaran di pondokan.

Metode Peragaan

Metode peragaan dalam bimbingan calon haji melibatkan penggunaan spanduk, poster, panel, maket ka’bah mini, dan mas’a (tempat sa’i dan jamrah) yang ditempatkan pada lokasi strategis untuk memudahkan calon haji dalam memahami.

Pendekatan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan dan pengetahuan melalui visualisasi yang menarik perhatian.

Metode Praktek

Praktek merupakan langkah selanjutnya untuk mengukur pemahaman calon haji terhadap materi bimbingan. Dalam praktek, pembimbing memperagakan beberapa amalan ibadah kepada calon haji, sementara mereka memperhatikan dan mendengarkan petunjuk dari pembimbing.

Metode Diskusi

Diskusi bertujuan agar peserta dapat menyampaikan pemikiran mereka dan memperkuat rasa kebersamaan. Ada dua jenis diskusi:

a. Diskusi panel, di mana peserta berada dalam kelompok besar dan dipandu oleh moderator dengan materi yang disampaikan oleh panelis.

b. Diskusi kelompok, di mana peserta berdiskusi dalam kelompok kecil yang dipimpin oleh seorang ketua yang ditunjuk oleh peserta, dengan didampingi oleh narasumber.

Metode diskusi

Dengan metode diskusi ini diharapkan para calon haji mampu mengungkapkan pikiranpikirannya dan menumbuhkan kearah kebersamaan.

Dalam berbagai metode bimbingan yang digunakan, seperti ceramah, tutorial, simulasi, bermain peran, study kasus, peragaan, praktek, dan diskusi. Melalui berbagai metode tersebut, diharapkan para calon jamaah haji dapat memahami, menginternalisasi, dan bersiap secara menyeluruh untuk menjalani ibadah haji dengan sempurna.

Mei 6, 2024

Salah satu tradisi di kalangan umat Muslim Indonesia adalah mengadakan walimatus safar haji dan umrah. Walimatus safar haji artinya Walimah berarti “pesta” dan safar artinya “perjalanan”.

Jadi walimatus safar haji adalah pesta yang diadakan untuk melepas calon jamaah haji dan umrah pergi ke tanah suci.

Selain menjadi momen yang penuh makna bagi calon jamaah haji dan umrah, Walimatus Safar juga memiliki implikasi yang lebih luas dalam konteks kehidupan beragama dan sosial masyarakat Muslim.

Walimatus Safar haji, meskipun tidak memiliki dasar syariat yang spesifik dalam Islam, memiliki keberadaan yang diakui dan dipandang baik oleh banyak kalangan Muslim.

Meskipun tidak diwajibkan secara agama, tradisi ini memiliki beberapa aspek yang membuatnya dianggap bernilai dan diterima dalam masyarakat Muslim.

Hukum Walimatus Safar Haji

Hukum Walimatus Safar Haji adalah konteks hukum Islam yang berkaitan dengan tradisi perayaan atau pesta sebelum atau setelah seseorang melakukan ibadah haji.

walimatus safar haji
Source Image: Dream.co.id

Secara khusus, hukum ini berkaitan dengan keabsahan dan keberadaan tradisi tersebut dalam kerangka syariat Islam.

Walimatus Safar Haji sendiri tidak memiliki dasar syariat yang spesifik yang mengaturnya secara rinci dalam Islam.

Meskipun demikian, tradisi ini umumnya dipandang baik dalam masyarakat Muslim karena memperkuat silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, dan menjadi momen untuk memohon doa restu sebelum menjalankan ibadah haji.

Oleh karena itu, meskipun tidak diwajibkan secara agama, pelaksanaan Walimatus Safar Haji dapat dianggap sebagai bentuk kebaikan dan tradisi budaya yang positif dalam komunitas Muslim.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa tradisi ini dapat dilakukan dengan syarat tidak melanggar prinsip-prinsip agama seperti tidak berlebihan dalam pengeluaran atau tidak menimbulkan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Dengan demikian, hukum Walimatus Safar Haji dapat dianggap sebagai mubah (dibolehkan) atau mustahab (dianjurkan), tetapi tidak diwajibkan secara agama.

Acara walimatus safar biasanya dimulai dengan pembacaan doa bersama dan diakhiri dengan memberi makan tamu undangan.

Selain itu, doa dan ceramah dari seorang kiai atau ustadz juga menjadi bagian dari tradisi ini, terutama menjelang keberangkatan calon jemaah haji dan umrah.

Setelah kembali dari ibadah haji dan umrah, jamaah biasanya menyambut tamu dengan menyediakan makanan, minuman, dan doa.

Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap tradisi walimatus safar ini?

Secara prinsip, walimatus safar dengan mengadakan pesta sebelum dan setelah perjalanan haji dan umrah adalah tradisi yang baik dalam Islam.

Walimatus Safar Haji ini memperkuat silaturahmi, memberi makanan kepada sesama, dan berdoa untuk keselamatan.

Dalam hadis-hadis Nabi, terdapat riwayat tentang penyambutan orang yang baru kembali dari perjalanan, termasuk dari haji dan umrah.

Imam Al Bukhari bahkan memberikan bab khusus dalam kitab Shahih-nya tentang penyambutan jamaah haji yang baru tiba.

Imam An Nawawi, dalam kitab Al Majmu’ Syarh Al Muhadzab, juga menjelaskan tentang pemberian makanan setelah kembali dari perjalanan, seperti yang dilakukan Rasulullah saw.

doa walimatus safar haji
Source Image: PRS

Doa Walimatus Safar Haji

Dalam Walimatus Safar Haji umunya jemaah haji akan membaca sejumlah ayat suci Al-Quran, membaca sholawat, dan do’a walimatus safar haji. Dilansir situs NU, simak bacaan doa walimatus safar lengkap dengan Arab, latin, dan artinya.

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan dimanapun kau berada.”

Susunan Acara Walimatus Safar Haji

Undangan walimatus safar haji dan susunan acara dapat bervariasi tergantung pada budaya dan tradisi yang berlaku di masyarakat tertentu.

Namun, secara umum, berikut adalah susunan acara yang lazim terjadi dalam Walimatus Safar Haji:

1. Pembacaan Doa

Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang yang dihormati atau seorang pemimpin rohani untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan kepada calon jamaah haji yang akan berangkat.

2. Tausiyah atau Ceramah Singkat

Setelah pembacaan doa, seringkali ada sesi tausiyah atau ceramah singkat yang memberikan nasihat, motivasi, dan pengingat tentang pentingnya menjalani ibadah haji dengan khusyuk dan ikhlas.

3. Pemberian Doa Restu

Keluarga, kerabat, dan hadirin lainnya memberikan doa restu kepada calon jamaah haji, mengharapkan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan dalam perjalanan mereka menuju Tanah Suci.

4. Tasyakuran

Setelah doa restu, acara sering dilanjutkan dengan tasyakuran atau perjamuan sederhana, di mana makanan dan minuman disajikan kepada para tamu sebagai ungkapan syukur atas kesempatan untuk menjalani ibadah haji.

5. Berbagi Pengalaman

Ada juga waktu yang dialokasikan untuk calon jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji sebelumnya untuk berbagi pengalaman mereka dengan yang lain, memberikan tips, saran, dan motivasi kepada mereka yang akan berangkat.

6. Pemberian Nasihat

Terkadang, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para tetua atau tokoh masyarakat untuk memberikan nasihat, pandangan, dan pesan kepada calon jamaah haji tentang pentingnya menjaga niat, kesungguhan, dan ketakwaan selama menjalani ibadah haji.

susunan acara walimatus safar haji
Source Image: Liberezmoussa

7. Kesempatan Sosial

Selain itu, Walimatus Safar Haji juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan tali persaudaraan antara calon jamaah haji, keluarga, dan kerabat, serta untuk memperoleh dukungan dan doa dari komunitas Muslim yang lebih luas.

8. Penutupan Acara

Acara diakhiri dengan doa dan ucapan walimatus safar haji dengan harapan agar semua yang hadir dalam kegiatan tersebut mendapatkan keberkahan dan keselamatan dari Allah SWT.

Penutup

Itulah beberapa unsur yang umumnya hadir dalam susunan acara dan arti walimatus safar haji.

Meskipun detailnya bisa bervariasi, inti dari acara ini adalah mempersiapkan calon jamaah haji secara fisik, mental, dan spiritual untuk menjalani ibadah haji dengan baik.

Dengan demikian, Walimatus Safar Haji menjadi momen penting dalam menjalankan ibadah haji dan umrah yang membawa manfaat bagi individu maupun komunitas Muslim secara keseluruhan.

April 18, 2024

“Safar” merupakan kata dalam bahasa Arab yang secara harfiah berarti “perjalanan” dan kadang-kadang disebut sebagai “doa safar”.

Dalam konteks agama Islam, “safar” merujuk pada perjalanan yang dilakukan seseorang, terutama dalam konteks perjalanan jauh atau berpindah tempat.

Dalam hukum Islam, seseorang yang melakukan perjalanan dengan jarak minimal sekitar 80 kilometer di luar kota tempat tinggalnya dapat disebut sebagai “musafir”, yang artinya “orang yang melakukan perjalanan” atau “musafir”.

Dalam ajaran Islam, safar memiliki beberapa konotasi penting. Pertama, safar sering kali dianggap sebagai kesempatan untuk mencari ilmu atau memperluas wawasan.

Rasulullah Muhammad SAW sendiri menekankan pentingnya melakukan perjalanan dalam rangka mencari ilmu.

Kedua, safar juga dianggap sebagai momen untuk merenung dan mengingat kebesaran Allah SWT, mengingat perjalanan sendiri merupakan pengalaman yang memperlihatkan kekuasaan-Nya dalam penciptaan alam semesta.

Ketiga, safar juga dianggap sebagai kesempatan untuk beribadah, terutama jika perjalanan tersebut merupakan bagian dari ibadah haji atau umroh.

doa safar
Source Image: blibli.com

Doa Safar memiliki peran penting dalam perjalanan ibadah umroh atau haji. Perjalanan ke tanah suci memerlukan banyak persiapan dan memakan waktu yang cukup lama.

Selama perjalanan, jamaah akan dihadapkan pada berbagai rintangan dan bahaya, termasuk cuaca ekstrem, penurunan kesehatan, dan risiko kecelakaan.

Oleh karena itu, membaca doa Safar sangat dianjurkan agar jamaah dilindungi dan selamat dalam perjalanan.

Keutamaan Membaca Doa Safar Umroh & Haji

Membaca doa Safar membawa berbagai keutamaan bagi jamaah yang melakukan perjalanan ibadah umroh atau haji, antara lain:

1. Melindungi dari bahaya dan kesulitan

Doa Safar dapat menjadi perlindungan bagi kita dari segala bahaya dan kesulitan yang mungkin kita hadapi selama perjalanan. Ini termasuk perlindungan dari kecelakaan, penyakit, atau bencana alam.

2. Menjamin keselamatan

Doa Safar juga membawa harapan untuk keselamatan selama perjalanan. Kita berdoa agar Tuhan menjaga dan melindungi kita dari segala bahaya yang mungkin mengancam.

3. Mendapatkan perlindungan dari pencurian dan kejahatan

Dalam Doa Safar, kita memohon perlindungan dari pencurian, kejahatan, atau gangguan yang mungkin terjadi selama perjalanan. Ini membantu kita merasa lebih aman dan tenang selama berada di jalan.

4. Memberikan kelancaran dalam perjalanan

Selain melindungi, Doa Safar juga dimaksudkan untuk memberikan kelancaran dalam perjalanan. Kita berdoa agar segala urusan kita di perjalanan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

5. Mendatangkan keberkahan dalam segala urusan

Doa Safar juga mengandung doa untuk mendatangkan keberkahan dalam segala urusan yang kita jalani selama perjalanan. Dengan mengamalkan doa ini, kita berharap agar perjalanan kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan dari Tuhan.

Doa Safar dapat dibaca dengan mengucapkan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab yang mengandung permohonan keselamatan dan perlindungan selama perjalanan.

Jamaah juga bisa membaca doa ini dalam bahasa Indonesia atau bahasa yang mereka pahami agar dapat memahami maknanya dengan baik.

Doa Safar bisa dibaca sebelum memulai perjalanan atau ketika akan berangkat dari hotel menuju ke Tanah Suci.

Selain itu, doa ini juga bisa dibaca saat berada di dalam kendaraan yang digunakan selama perjalanan.

Doa Safar Sesuai Sunnah

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ”

Artinya :
“Ya Allah, Maha Suci Dzat yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta perbuatan yang Engkau ridhoi. Permudahlah perjalanan kami ini, dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan ini dan yang mengurusi keluarga yang kami tinggalkan. Kami berlindung kepada-Mu dari kelelahan, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

doa safar umroh
Source Image: detikcom

Selain mengamalkan doa Safar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh jamaah yang melakukan perjalanan ibadah umroh atau haji. 

  • Pertama, pastikan kondisi fisik dan mentalmu siap menghadapi perjalanan ini dengan baik. Jaga kesehatanmu dan persiapkan diri untuk menghadapi segala kondisi yang mungkin terjadi di perjalanan.
  • Kedua, pastikan untuk membawa semua kelengkapan perjalanan yang diperlukan, seperti dokumen perjalanan, perlengkapan ibadah, dan barang-barang pribadi. Pilihlah perlengkapan yang ringan namun cukup untuk memenuhi kebutuhanmu selama di sana.
  • Ketiga, penting untuk mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku di tempat-tempat suci yang akan dikunjungi. Hormati tempat ibadah dan selalu jaga sikap serta perilaku yang baik.
  • Terakhir, manfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ibadah dan meningkatkan kualitas spiritualmu. Gunakan momen berharga selama perjalanan untuk introspeksi diri dan memperkuat hubunganmu dengan Allah SWT.

Selain aspek-aspek praktis seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penting juga untuk menjaga sikap dan perilaku yang baik selama perjalanan.

Ini termasuk berlaku sopan terhadap sesama jamaah, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta menghormati budaya dan tradisi setempat.

Selain itu, penting juga untuk mengambil pelajaran dari pengalaman perjalanan ini.

Setiap detik dalam perjalanan ibadah adalah kesempatan untuk memperdalam pemahaman agama, tingkatkan kesabaran, dan kuatkan persaudaraan umat Muslim.

doa safar sesuai sunnah
Surce Image: dream.co.id

Saat kembali dari perjalanan, mari terus mempraktikkan nilai-nilai dan pelajaran yang telah kita dapatkan selama ibadah umroh atau haji.

Jangan biarkan pengalaman suci ini hanya menjadi kenangan semata, tetapi jadikanlah sebagai pendorong untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah SWT dan manusia.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut dan senantiasa memohon perlindungan serta petunjuk dari Allah SWT melalui doa Safar, semoga perjalanan ibadah umroh atau haji kita menjadi lancar, selamat, dan penuh berkah. Amin.

April 15, 2024

Ka’bah, yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Makkah, Arab Saudi, bukan hanya sekedar bangunan fisik. Bagi umat Islam, Ka’bah adalah simbol kekhususan dan kesucian.

Sebagai kiblat utama dalam shalat, perannya tak terbantahkan dalam tradisi Islam, sejarah, dan budaya umat Islam.

Namun, penting untuk dipahami bahwa akses ke dalam setiap bagian Ka’bah dibatasi oleh pemerintah Saudi dan hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk memasuki bangunan Ka’bah tersebut.

Bangunan ini memiliki dimensi yang mengesankan, dengan tinggi sekitar 13,10 meter dan sisi sekitar 11,03 meter kali 12,86 meter.

Bagian dalam kabah, terdapat tiga pilar kayu yang menopang langit-langit Ka’bah, yang telah dipasang sejak 1350 tahun yang lalu oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Al-Zubair.

Lantai dan dinding Ka’bah dilapisi dengan marmer, sebagian besar berwarna putih, menciptakan suasana yang khusyuk dan anggun.

Di dalam Ka’bah, terdapat pola unik berwarna putih yang menyerupai sajadah kecil, yang menandai tempat di mana Nabi Muhammad SAW pernah shalat ketika memasuki Ka’bah.

Apakah Anda penasaran bagian ka’bah secara detail dan apa saja yang terdapat di dalam Ka’bah? simak penjelasan mengenai bagian bagian ka’bah beserta penjelasannya

Bagian Bagian Ka’bah Beserta Penjelasannya

1. Hajar Aswad

Bagian Ka’bah yang pertama ialah Hajar Aswad, terletak di sudut timur Ka’bah, merupakan salah satu bagian yang paling dikenal.

Meskipun kini dikenal dengan warna hitamnya, Hajar Aswad pada awalnya memiliki warna putih seperti salju ketika turun dari surga. Perubahan warna menjadi hitam diyakini disebabkan oleh dosa-dosa manusia.

bagian ka'bah
Source Image: suaramuhammadiyah.id

Saat mengunjungi Ka’bah, umat Islam dianjurkan untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad sebagai tanda rasa hormat.

Namun, jika tidak memungkinkan, mereka dapat mengusapkan benda ke Hajar Aswad dan mencium benda tersebut, atau bahkan memberi isyarat dengan melambaikan tangan ke arahnya.

2. Multazam

Bagian Ka’bah yang berikutnya ialah Multazam, merupakan bagian atau daerah yang terletak di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad, yang jaraknya sekitar 2 meter.

bagian dari ka'bah
Source Image: islamiclandmarks

Tempat ini menjadi titik fokus bagi banyak umat Islam yang datang untuk berdoa, karena diyakini sebagai tempat dimana doa-doa dikabulkan.

Saat berdoa di Multazam, umat Islam dianjurkan untuk melakukan “iltizam”, yaitu menempelkan dada dan pipi kanan, kedua tangan, serta telapak tangan pada dinding Ka’bah, sambil berniat dengan sungguh-sungguh.

3. Pintu Kabah

Bagian Ka’bah berikutnya ialah Pintu Ka’bah yang terletak di sebelah timur laut dan terbuat dari emas murni seberat 280 kilogram.

Pintu ini dihiasi dengan ornamen kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an, menciptakan tampilan yang megah dan anggun.

Perbaikan terakhir pada pintu emas ini dilakukan pada tahun 1979 oleh seorang kepala seniman.

4. Kiswah

Bagian Ka’bah yang berikutnya ialah Kiswah, kain penutup Ka’bah berwarna hitam yang terbuat dari sutra asli dengan sulaman benang emas murni. Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup, tetapi juga memiliki makna simbolis dan religius yang dalam bagi umat Islam.

kiswah ka'bah
Source Image: islami.co

Setiap tahun, pemerintah Saudi mengganti Kiswah pada tanggal 9 Zulhijah. Kiswah lama kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dihadiahkan kepada pejabat Muslim yang sedang berkunjung atau organisasi asing.

5. Syazarwan

Bagian Ka’bah yang berikutnya ialah Syazarwan, bangunan yang terbuat dari marmer yang melingkari bagian bawah dinding Ka’bah, terutama di area tawaf selain al-Hathim.

bagian bagian ka'bah beserta gambar
Source Image: l.tru.co.id

Fungsinya tidak hanya sebagai elemen arsitektur, tetapi juga sebagai pelindung Ka’bah dari bencana banjir di musim penghujan dan untuk menjaga keselamatan jemaah haji atau umrah serta kiswah saat ada kerumunan orang banyak.

6. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukanlah sebuah makam atau kuburan Nabi Ibrahim, seperti yang mungkin dipikirkan oleh beberapa orang.

maqam ibrahim
Source Image: dream.co.id

Sebaliknya, tempat ini menandai telapak kaki Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah. Terletak di dekat Ka’bah, Maqam Ibrahim dilindungi oleh sebuah struktur berwarna emas yang menyerupai sangkar.

Dianjurkan bagi pengunjung untuk melakukan salat di sisi belakang Maqam Ibrahim dan berdoa di tempat ini, karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab.

7. Hijr Ismail

Bagian Ka’bah yang berikutnya ialah Hijr Ismail, dikenal sebagai al-Hathim, adalah dinding setengah lingkaran setinggi 3,11 meter.

bagian bagian ka'bah beserta penjelasannya
Source Image: detiknews

Terletak di sebelah utara Ka’bah, Hijr Ismail merupakan tempat favorit bagi jemaah haji dan umrah untuk berlama-lama dan berdoa.

Juga disarankan untuk melaksanakan salat sunah 2 rakaat sambil memakai pakaian ihram dan menghadap ke Mizab Ar-Rahman.

8. Mizab Ar-Rahman

Mizab Ar-Rahman adalah pancuran atau talang air yang berada di atas Ka’bah, tepatnya di atas Hijr Ismail. Dikenal sebagai pancuran emas karena terbuat dari tembaga berlapis emas, mizab ini berfungsi sebagai jalan air saat hujan atau saat membersihkan Ka’bah.

mizab al rahman
Source Image: adirafinance

Talang ini juga memiliki keunikan, yaitu adanya sejumlah paku kecil di bagian atasnya untuk mengusir burung agar tidak hinggap di atasnya.

9. Rukun Syami

Saat mengunjungi Baitullah, pengunjung akan menemukan empat rukun (sudut) yang menghadap ke arah mata angin utama, salah satunya Rukun Syami.

rukun syami
Source Image: quora

Rukun ini menghadap barat atau negeri Syam, dan disebut juga Rukun Maghribi karena posisinya menghadap arah barat.

10. Rukun Yamani

Rukun Yamani menghadap arah selatan dan terletak sebelum Hajar Aswad dari arah dilaksanakannya tawaf. Disarankan untuk mengusap Rukun Yamani dengan tangan saat berada di dekatnya, seperti yang dianjurkan dalam hadits Shahih Bukhari dan Muslim.

11. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi menghadap arah utara dan dinamakan demikian karena jika ditarik garis lurus akan mengarah ke negeri Iraq. Meskipun tidak memiliki keutamaan khusus yang disunahkan, Rukun Iraqi tetap menjadi bagian yang penting dari Ka’bah.

12. Rukun Hajar Aswad

Rukun Hajar Aswad adalah titik tolak tawaf dan merupakan bagian tempat Hajar Aswad berada. Dianjurkan untuk mengusap dan menciumnya saat berada di dekatnya sebagai tanda penghormatan.

Penutup

Dengan memahami secara mendalam tentang bagian bagian Ka’bah beserta keutamaannya, umat Islam dapat lebih menghargai dan memahami signifikansi spiritual yang terkandung di dalamnya.

Semoga artikel bagian ka’bah ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman kita tentang tempat suci ini.

April 2, 2024

Haji dilaksanakan dengan tata cara yang telah ditentukan dalam agama islam. Namun dalam pelaksanaan haji, ada beberapa hal yang bila ditinggalkan mengharuskan jamaah menggantinya dengan membayar dam.

Oleh sebab itu, penting bagi jamaah haji mengetahui ketentuan dam dalam pelaksanaan haji.

Pada artikel ini, kami akan membahas mengenai penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji serta cara membayarnya. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji, silahkan baca di bawah ini.

Macam Macam Dam Haji

Sebelum kita membahas penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji, Pertama-tama, mari kita bahas dulu secara singkat terkait apa itu Dam.

Dam adalah denda yang harus dibayarkan karena berhalangan atau meninggalkan hal-hal wajib pada ibadah haji.

membayar dam denda diwajibkan bagi seseorang yang

Dam dibagi menjadi 3 macam yaitu

  1. Dam Nusuk

Dam Nusuk merupakan dam yang dibayarkan oleh jamaah yang memilih pelaksanaan haji dengan Tamattu atau Qiran. Hal ini tercantum dalam Q.S Al-Baqarah ayat 196 yang artinya:

Artinya : “…maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya” (Q.S Al-Baqarah ayat 196)

  1. Dam Na’ah atau Isa’ah

Dam Na’ah atau Isa’ah adalah dam yang dibayarkan oleh jamaah karena berhalangan atau tidak mengerjakan salah satu wajib haji atau umrah. Biasanya, penyebab orang membayar dam Isa’ah karena fisiknya yang tidak kuat untuk melaksanakan salah satu wajib haji mengingat pelaksanaan haji sangat melelahkan.

Dam Na’ah atau Isa’ah dilakukan dengan cara menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu bisa diganti puasa 3 hari. Jika masih tidak mampu bisa diganti dengan memberi makan 6 fakir maskin.

  1. Dam Kafarat

Dam Kifarat merupakan denda yang harus dibayar saat jamaah melakukan suatu hal yang diharamkan saat ibadah haji.

Dam Kifarat dibagi menjadi 3 jenis, tergantung  pada jenis pelanggarannya. Berikut 3 jenis Dam Kifarat:

  • Melakukan larangan haji yang telah ditentukan. Damnya berupa menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu bisa diganti puasa 3 hari. Jika masih tidak mampu bisa diganti dengan memberi makan 6 fakir maskin.
  • Membunuh binatang. Damnya berupa menyembelih hewan seharga dengan hewan yang dibunuh.
  • Melakukan hubungan suami istri sebelum tahallul. Selain hajinya batal, jamaah juga harus membayar dam berupa membayar dam berupa menyembelih seekor unta. Jika tidak mampu bisa diganti dengan seekor sapi atau 7 ekor kambing. Apabila masih tidak mampu lagi, boleh diganti dengan bersedekah dengan seharga hewan tersebut.

Apa Saja Penyebab Membayar Dam Pada Saat Melaksanakan Ibadah Haji?

Penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji adalah tidak melaksanakan salah satu wajib haji atau melakukan larangan haji.

penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji

Berikut beberapa penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji

1. Tidak melakukan salah satu wajib haji

Berikut 5 wajib haji yang apabila dilanggar maka jamaah harus membayar dam Na’ah atau Isa’ah.

  • Memulai ihram dari Miqat
  • Menginap di Muzdalifah
  • Melempar jumrah
  • Menginap di Mina pada dua malam di hari Tasyriq
  • Thawaf Wada’

Jika tidak melakukan salah satu wajib haji di atas, maka jamaah harus membayar dam berupa menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu, bisa diganti dengan puasa 3 hari di Mekah dan 7 hari di negara asal. Jika masih tidak mampu, bisa menggantinya dengan fidyah untuk 10 hari puasa.

2. Melanggar larangan yang tidak boleh dilakukan saat haji

Larangan haji merupakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama ibadah haji. Larangan haji ada yang berlaku hanya untuk laki-laki, ada yang khusus untuk perempuan, dan ada juga untuk keduanya. Larangan haji ini berlaku sejak ihram sampai tahallul.

Jamaah yang melanggar larangan haji harus membayar Dam Kifarat yang pengenaanya berbeda-beda, tergantung pada jenis pelanggarannya.

Berikut larangan haji untuk laki-laki:

  • Memakai pakaian berjahit
  • Memakai tutup kepala yang melekat (topi atau kopyah)
  • Memakai alas kaki yang menutupi mata kaki

Berikut larangan haji untuk perempuan:

  • Menutup kedua telapak tangan
  • menutup muka dengan cadar atau masker

Berikut larangan haji untuk laki-laki dan perempuan yang pertama:

  • Memakai wangi-wangian saat ihram (boleh dilakukan jika dilakukan sebelum ihram)
  • Memotong kuku atau mencabut rambut yang ada di badan
  • Berhubungan suami istri setelah tahallul awal
  • Bercumbu rayu atau bermesraan

Berikut larangan haji untuk laki-laki dan perempuan yang kedua:

  • Menikah atau menikahkan (akadnya tidak sah)
  • Memburu dan membunuh hewan di tanah suci (dam nya berupa menyembelih hewan seharga dengan hewan yang dibunuh)
  • Menebang atau merusak pohon di tanah suci (dam nya berupa menyembelih hewan seharga dengan pohon yang ditebang)

Apabila Seseorang Melanggar Larangan Memotong Kuku Maka Damnya Adalah

Apabila seseorang melanggar larangan memotong kuku saat sedang dalam keadaan ihram, maka ia diwajibkan membayar dam sebagai bentuk denda. Orang tersebut diperbolehkan memilih salah satu dari tiga jenis denda.

pertama, menyembelih seekor kambing sebagai bentuk tebusan; kedua, bersedekah kepada enam orang fakir miskin, di mana setiap orang menerima 2 mud (sekitar 0,6 liter bahan makanan pokok); atau ketiga, menjalankan puasa selama tiga hari.

Pilihan denda ini diberikan sebagai bentuk penebusan atas pelanggaran terhadap aturan ihram dalam ibadah haji atau umrah.

Cara Membayar Dam Haji

Bagi jamaah yang terkena dam berupa menyembelih hewan (seperti unta, sapi, atau kambing), maka penyembelihan dilakukan di Tanah Suci. Kemudian, daging hewan yang sudah disembelih diberikan kepada orang-orang miskin di Tanah Suci.

apa saja penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji
Source Image: Antara News

Jika ada orang miskin yang lebih membutuhkan ada di luar Tanah Suci, maka boleh saja daging diberikan ke luar Tanah Suci.

Sedangkan bagi jamaah yang tidak mampu menyembelih hewan bisa diganti dengan membayar dam berupa puasa 3 hari di Mekah dan 7 hari di negara asal.

Mengetahui penyebab dan cara membayar dam penting diketahui bagi jamaah haji. Hal tersebut sebagai bentuk persiapan diri bagi jamaah yang akan melaksanakan haji.

Jadi gimaa? sudah taukan penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji? jangan lupa share artikel ini: penyebab membayar dam pada saat melaksanakan ibadah haji ke teman atau kerabat jika bermanfaat ya, terima kasih 🙂